Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan terus mendorong pemulihan objek wisata Maranting yang terdampak kerusakan akibat banjir di Kecamatan Tebing Tinggi pada awal 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata, M. Sigit Kondang Wibowo, mengatakan pihaknya telah beberapa kali meninjau lokasi guna melihat langsung kondisi fasilitas yang rusak dan hanyut terbawa arus.
“Untuk pemulihan secara 100 persen memang belum bisa kita laksanakan tahun ini, karena kejadian terjadi di awal tahun 2026. Sementara anggaran tahun 2026 sudah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan menyeluruh termasuk gazebo dan fasilitas penunjang lainnya direncanakan masuk dalam penganggaran tahun 2027. Namun pada 2026, Disporapar tetap berupaya membantu agar aktivitas wisata bisa kembali berjalan.
“Yang lagi ramai itu kan Maranting River Tubing. Kemarin banyak perlengkapan seperti ban, helm, dan pelampung yang hanyut dan hilang. Untuk tahun ini rencananya kita akan memberikan bantuan untuk fasilitas wahana itu terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurut Sigit, pengelola dan masyarakat setempat telah melakukan pembenahan secara swadaya sembari menunggu dukungan pemerintah daerah. Proposal bantuan untuk perlengkapan River Tubing juga telah diajukan dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kalau wahana itu bisa kembali jalan, setidaknya mereka sudah bisa mulai bergerak dan menerima pengunjung lagi. Jadi kita fokus dulu pada fasilitas yang mendukung operasional River Tubing,” tambahnya.
Melalui langkah bertahap tersebut, Disporapar berharap geliat pariwisata Maranting dapat pulih secara perlahan, sembari menunggu perbaikan fasilitas secara menyeluruh pada tahun mendatang.



