Hujan tak lagi turun sebagai benang halus. Malam ini, hujan menghujam lanting bagai ribuan jarum. Sungai Lumbai tampak hitam, permukaannya […]
Kategori: ESSAI
Dalam Nama Hawa, Episode 7: Anak-Anak dari Kehilangan
Kami tak lagi muda. Tapi di matamu, aku masih melihat cahaya dari pohon pertama. Bukan yang tumbuh di surga—melainkan […]
Dalam Nama Hawa, Episode 6: Cinta di Tanah yang Terkutuk
Kami berjalan jauh, tapi tak tahu ke mana. Di belakang kami, surga mengecil menjadi titik cahaya, lalu hilang… seolah […]
Gerimis di Banjalaga – Episode 2: Lanting Berbisik
Gerimis masih saja turun, seolah langit menahan tangis yang tak kunjung tumpah. Sungai Lumbai beriak pelan, memantulkan cahaya damar yang […]
Dalam Nama Hawa, Episode 5: Kami yang Terjatuh
Surga tak meledak. Tidak ada guntur, tidak ada gempa. Tapi ada sesuatu yang patah—sunyi, pelan, dan menyeluruh. Dan yang […]
Dalam Nama Hawa, Episode 4: Apakah Kau Akan Meninggalkanku di Dalam Dosa?
Hari itu tidak gelap. Langit tetap biru. Angin tetap manis. Sungai tetap mengalir dengan lembut. Tetapi sesuatu di antara kami […]
Gerimis di Banjalaga
Malam tumpah seperti tinta hitam di atas Sungai Lumbai. Gerimis turun malu-malu, membasahi papan lanting yang berderit dihempas arus. Lampu […]
Dalam Nama Hawa, Episode 3: Ular di Tengah Surga
Cinta kami tumbuh seperti bunga yang tak mengenal musim gugur. Hari-hari di surga adalah puisi yang tak pernah selesai […]
Dalam Nama Hawa, Episode 2: Ketika Mataku Menemukanmu
Sebelum kau datang, waktu adalah hening. Aku tidak tahu kapan pagi dimulai dan malam berakhir. Hari-hariku hanyalah berjalan, memberi nama […]
Dalam Nama Hawa
Episode 1: Dari Sunyi Aku Dilahirkan “Aku terbangun tanpa ingatan, tanpa masa lalu, dan tanpa siapa pun. Hanya cahaya yang […]










