Tamiang Layang — Dua agenda besar berlangsung sekaligus di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur: pengukuhan Bunda Guru PGRI dan pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) pertama masa bakti 2025–2030. Keduanya menandai babak baru bagi PGRI Kabupaten Barito Timur dalam memperkuat organisasi dan merumuskan arah perjuangan lima tahun ke depan.
Misnawaty M. Yamin resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Barito Timur. Ketua PGRI Barito Timur, Lini, menyebut kehadiran Bunda Guru bukan sekadar jabatan seremonial — ia adalah penggerak kepedulian sosial dan penguatan karakter di lingkungan pendidikan. “Teruslah berbakti dan berdaya, karena peran ibu adalah kunci kemajuan bangsa. Saya berharap kehadiran Bunda Guru semakin menghidupkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan peningkatan kualitas diri bagi seluruh ibu pendidik di Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.
Konkerkab yang dibuka bersamaan menjadi ruang bagi pengurus dan anggota untuk merumuskan program kerja yang menjawab tantangan nyata — advokasi kesejahteraan guru, perlindungan profesi, peningkatan kompetensi pendidik, hingga penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Lini menegaskan bahwa keikutsertaan dalam PGRI bukan soal kepentingan pribadi. “Kita bergabung di sini bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk berjuang demi nasib guru, peningkatan kualitas pendidikan, dan kemajuan organisasi PGRI yang kita cintai ini. Mari kita buang ego masing-masing, satukan hati dan pikiran, serta bangun sinergi yang kokoh,” tegasnya.
Ia optimistis bahwa kombinasi struktur organisasi yang kuat, semangat Bunda Guru, dan hasil Konkerkab akan membawa PGRI Barito Timur ke babak yang lebih tangguh. “Saya percaya PGRI Barito Timur akan semakin bermartabat dan semakin mampu menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, Sekretaris Daerah, Ketua PGRI Kalimantan Tengah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Camat Dusun Timur, serta Lurah Tamiang Layang.[]
