Pemkab Balangan Dorong Profesionalisme Satpol PP Lewat Inovasi Sisbinsik

Diposting pada

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan, terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kedisiplinan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui sebuah inovasi baru bernama Sistem Pembinaan Mental dan Fisik (Sisbinsik). Inovasi ini digagas untuk memperkuat kemampuan personel dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah.

Kepala Satpol PP Balangan, Noor Aspariah, menjelaskan bahwa Sisbinsik muncul sebagai respons atas kurangnya pelatihan yang selama ini membuat anggota dinilai kurang sigap dan cakap saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Inovasi ini dirancang untuk melatih mental dan fisik anggota agar kinerja mereka semakin baik, serta pelayanan terhadap masyarakat semakin meningkat,” ujar Noor Aspariah, Minggu (22/06/2025).

Ia menegaskan, Satpol PP memiliki peran penting sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu menegakkan Perda dan Perkada, menjaga ketentraman dan ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Saat ini, Satpol PP Balangan memiliki 262 personel, terdiri dari 222 pegawai tidak tetap (non-ASN) dan 40 ASN. Dengan jumlah tersebut, pembinaan berkelanjutan dinilai penting untuk menghadapi dinamika dan tantangan trantibum (ketentraman dan ketertiban umum) yang terus berkembang.

“Anggota Satpol PP harus dibekali sikap yang tegas namun humanis. Sisbinsik menjadi solusi pembinaan agar anggota mampu bersikap profesional sekaligus memahami pendekatan yang tepat saat menghadapi masyarakat,” lanjut Noor.

Sementara itu, Inovator Sisbinsik, Herlina Amiani, menambahkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM Satpol PP melalui pelatihan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Selain itu, inovasi ini juga berdampak pada peningkatan kinerja pelayanan terhadap pelanggaran Perda/Perkada serta gangguan Kamtibmas.

“Dengan adanya Sisbinsik, Satpol PP bisa memberi kontribusi nyata dalam peningkatan indeks inovasi daerah serta mendorong penganggaran pelatihan setiap tahun,” jelas Herlina.

Menurutnya, pelaksanaan Sisbinsik dilakukan secara efisien karena dapat dilaksanakan dalam satu hari dengan jumlah peserta yang besar. Hal ini memungkinkan penghematan anggaran sekaligus menghasilkan dampak maksimal dalam pembinaan.

Ia juga mendorong adanya kerja sama berkelanjutan (MoU) dengan TNI dalam pelaksanaan kegiatan bintalsik (pembinaan mental dan fisik) secara rutin setiap tahun, sebagai bentuk penguatan sinergi antar-lembaga.

“Anggota yang mengikuti Sisbinsik menunjukkan peningkatan kedisiplinan secara nyata. Mereka lebih tertib dalam menjalankan tugas, lebih taat pada jadwal dan prosedur, serta tetap mampu bekerja optimal meskipun dalam tekanan,” ujarnya.

Sebagai hasil konkret, jumlah peserta program Sisbinsik meningkat dari 90 orang pada 2023 menjadi 224 orang pada 2024, menandakan keberhasilan inovasi ini dalam membentuk SDM Satpol PP yang lebih tangguh, disiplin, dan siap melayani masyarakat dengan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *