Gandeng Telkomsel, Pemprov Kalsel Bagi-Bagi Kuota Gratis

Gandeng Telkomsel, Pemprov Kalsel Bagi-Bagi Kuota Gratis

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membuat sistem pembelajaran di Indonesia berubah drastis. Yang semula pembelajaran dilakukan tatap muka, kini berubah menjadi pembelajaran online atau istilah populernya disebut daring.

Walaupun dinilai lebih efektif dari pada pembelajaran tatap muka, rupanya pembelajaran daring menimbulkan permasalahan baru. Akses internet yang tidak merata, dan kemampuan daya beli kuota internet juga menjadi salah satu penghambat pembelajar jarak jauh ini.

Hal ini rupanya menjadi perhatian Pemprov Kalsel dalam menuntaskan permasalahan pendidikan tersebut. Hal ini diutarakan Kadisdik Kalsel, Yusuf Effendi kepada media, Senin (21/9/2020), bertepatan dengan acara penyerahan secara simbolis kuota internet kepada siswa SMA/SMK se-Kalsel di Gedung Idcham Chalid, Banjarbaru.

“Melihat persoalan ini, Pak Gubenur menaruh perhatian dan peduli akan masalah ini, sehingga beliau memberikan bantuan kuota gratis untuk peserta didik yang ada di SMA maupun SMK, melalui Balai Komunikasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Kalsel, dengan sumber dana APBD,” katanya.

Yusuf Effendi menjelaskan, kuota internet ini dibagikan kepada 24.000 pelajar yang terdampak Covid-19 dan sedang menempuh pendidikan baik di SMA maupun SMK di 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.

Eksan Muhtar selaku Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Kalsel menambahkan, bantuan kuota internet gratis ini diperuntukkan bagi pelajar yang keluarga maupun orangtuanya terkena dampak pandemi Covid-19. “Mereka betul-betul yang sudah dipilih oleh sekolah. Mereka wajib dibantu, dan bantuan ini tidak untuk semua pelajar, hanya 24.000 yang terdaftar tadi,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Eksan, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Kalsel juga bekerjasama dengan provider Telkomsel sebagai penyalur bantuan kuota internet gratis, sekaligus penyedia platform berbasis pendidikan. “Kita kerjasama dengan TSEL . Disamping mereka nanti dapat kuota untuk pembelajaran daring, kita juga menyiapkan aplikasi berupa flatporm ‘Indonesia Belajar’,” ujarnya.

Para pelajar yang mendapat bantuan, ungkap Eksan, akan difasilitasi kuota 9 GB selama 3 bulan berturut-turut. “Kegiatan ini akan kita distribusikan bersama selama 3 bulan. Tiap bulan masing-masing siswa dapat 9GB, yang berlanjut selama 3 bulan berturut-turut,” katanya.

Selain itu, untuk para pelajar di beberapa daerah yang memiliki akses internet yang terbatas tetap bisa melakukan pembelajaran jarak jauh. Disebutkan, untuk sekolah-sekolah di daerah yang kurang sinyal, atau tidak ada jaringan, akan digunakan sistem satelit.

“Jadi, diharapkan semua siswa di Kalimantan Selatan dapat terlayani, khususnya dalam sistem pendidikan walaupun dengan keadaan yang tidak merata,” tandas Eksan.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *