Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Pembangunan drainase di Kota Banjarmasin terus digalakkan. Hal ini terbukti dengan adanya pembangunan sebanyal 15.234 meter drainase selama rentang tahun 2016 – 2020.
Hal ini diutarakan Windiasti Kartika, selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin.
“Pembangunan drainase dan gorong-gorong pada tahun 2011-2015 itu sepanjang 32.965 meter. Namun di 2016-2020 hanya sepanjang 15.234 meter saja,” ucapnya, Rabu (24/2/2021).
Windi menjelaskan, penurunan pembangunan ini disebabkan adanya penolakan-penolakan yang dilayangkan oleh masyarakat.
“kesulitan pembangunan drainase ini lebih kepada masyarakat yang kebanyakan mengeluh. Mereka menganggap pembangunan drainase tidak terlalu memberikan manfaat besar. Selain itu, pengerjaannya pun dianggap sangat mengganggu,” tuturnya.
Menurut Windi, adanya penolakan masyarakat ini merupakan salah satu tantangan berat yang harus dilalui Pemerintah Kota Banjarmasin dalam membangun drainase.
Sebagai informasi, drainase sendiri memiliki beberapa kegunaan. Antara lain mengurangi kelebihan air dari suatu lahan, sebagai tempat mengalirkan air lebih dari suatu kawasan yang berasal dari air hujan maupun air buangan, agar tidak terjadi genangan, dan menjadi tempat eliminasi genangan air.
Ditanya soal program normalisasi sungai, terutama sungai kecil, Windi menjawab pihaknya selalu melaksanakan program tersebut. Namun sayang di tahun 2020 terpaksa ditiadakan karena adanya pemotongan anggaran akibat pandemi Covid-19.
“Untuk tahun kemarin, yakni 2020, tidak ada penanganan seperti yang disampaikan Pak Wali kemarin. Pada 2020 itu 90 persen lebih anggaran di bidang sungai dipotong karena pandemic. Jadi seluruh kegiatan normalisasi sungai ditiadakan pada 2020 kemarin. Tapi di 2021 ini kembali dilakukan, karena kemarin Kota Banjarmasin terkena musibah bencana banjir,” ucap Windi.[]



