PARINGIN – Rabu 24 November 2021 sekitar pukul 20.36 Wita, beberapa desa di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, mulai terendam banjir.
Sehubungan dengan musibah tersebut, Camat Juai, Nanang Edward, bersama sejumlah stafnya bersiap siaga di posko induk banjir di Kantor Kecamatan Juai.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada beberapa desa yang rawan. Antara lain Desa Lelayau, Mihu, Bata, Galumbang, Juai, Teluk Bayur, Sumber Rejeki (Jalan Lintasan), Mung Uyam, Sirap, Buntu Karau, Marias, Muara Ninian, Pamurus, Sei Batung, dan Desa Tawahan,” katanya, Rabu malam.
Berdasarkan informasi terakhir sekitar pukul 21.35 Wita, papar Camat Nanang Edward, Desa Mihu, Bata, Galumbang, Juai, dan Teluk Bayur sudah terendam banjir.
“Air sudah mulai memasuki pemukiman warga di sejumlah desa tersebut sejak pukul 17.54 Wita, dan hingga saat ini masih terus naik,” ujarnya.
Mengutif laporan dari lapangan, lanjut Camat Nanang Edward, beberapa desa yang terdampak banjir seperti Desa Bata terdata 53 rumah yang terendam di RT 01, dan di RT 02 sebanyak sebanyak 62 rumah. Total 105 buah rumah.
“Ketinggian air di pemukiman warga yang terendam diperkirakan 10 sampai 20 cm. Untuk ketinggian air di perkebunan dan persawahan di kisaran 50 sampai 150 cm. Akibatnya, jalan menuju Desa Galumbang tidak bisa dilalui,” ucapnya.
Sementara itu, laporan dari Desa Galumbang ada sebanyak 186 buah rumah terdampak jumlah warga sebanyak 221 KK atau sekitar 500 jiwa. Sementara untuk kerugian material masih dalam pendataan.
Sementara di Desa Teluk Bayur RT 01 telah terdampak sebanyak 116 rumah, RT 02 (52 Rumah), RT 03 (55 Rumah), RT 04 (50 Rumah). Ketinggian air di pemukiman warga yang terendam diperkirakan 10 s/d 50 Cm. Sedangkan ketinggian air di perkebunan dan persawahan 50 s/d 200 Cm. Jalan menuju Desa Juai dan Desa Uyam masih bisa dilalui kendaraan roda 2 dan 4.
“Untuk desa lain lainnya, kami masih belum mendapatkan laporan,” ujarnya.
Camat Nanang mengimbau warga desa di daerah hilir agar waspada terhadap air kiriman. Mulai dari Desa Sirap, Buntu Karau, Marias, dan Ninian, agar bersiap menerima banjir kiriman.[]
Editor : Almin Hatta



