Belasan Desa di Balangan Terendam Banjir

Belasan Desa di Balangan Terendam Banjir

Diposting pada

PARINGIN –  Hingga Minggu siang ini, tercatat sudah belasan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Balangan, terendam banjir.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Minggu (28/11/2021) jam 10.56 Wita, sudah hampir 20 desa yang tersebar di beberapa kecamatan terendam banjir.

Rinciannya sebagai berikut: Di Kecamatan Halong, ada 8 desa yang terdampak banjir. Yakni Desa Puyun, Mamantang, Tabuan, Binuang Santang, Mantuyan, Uren Lama, Karya, dan Mauya.

Di Kecamatan Tebing Tinggi, ada 6 desa yang terendam. Yakni Desa Mayanau, Simpang Bumbuan, Simpang Nadong, Auh, Ju’uh, dan Desa Sungsum.

Di Kecamatan Awayan, 2 desa yang terendam banjir. Yakni Desa Tundakan Hulu, dan Desa Ambakiang.

Kemudian di Kecamatan Juai sebanyak 3 desa. Yakni  Desa Lalayau, Mihu dan Desa Bata.

“Itulah beberapa desa yang terdampak banjir di empat kecamatan, berdasarkan data sementara dari Tim TRC Kabupaten Balangan,” kata Kepala BPBD Balangan, H Rahmi, Minggu (28/11/2021) siang.

Untuk sementara ini, papar H Rahmi, BPBD Balangan menyatakan masih bersatus Siaga Banjir. Sebab, air yang menggenangi beberapa desa tersebut masih berupa luapan air sungai.

“Jika nanti setelah 24 jam air masih belum surat, yakni masih menggenang di pemukiman, baru kita akan mengubah status menjadi Darurat Banjir. Artinya, ini sudah mengganggu kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut H Rahmi, jika kondisi sekarang disebutkan dengan status Darurat Banjir, ditakutkan dapat mengganggu psikologis warga.

Saat ini, lanjut H Rahmi, pihaknya masih memantau curah hujan. Jika nanti hujan sudah reda, dan air mulai surut, barulah dilakukan tindakan lanjutan. 

“Kita nantinya akan menelusuri lokasi-lokasi yang masih terdampak, dan di sanalah kita akan bersiaga,” ucapnya.

H Rahmi mengimbau seluruh warga Balangan agar selalu siaga banjir. Imbauan disampaikan melalui pimpinan di daerah masing-masing, seperti Camat, Koramil, Polsek, dan para Kepala Desa.

“Kita terus memantau keadaan saat ini. Apakah volume air sungai akan mengalami peningkatan atau menurun. Jadi kita mengimbau kepada para pimpinan di daerah untuk terus memperhatikan kondisi alam. Terutama di daerah pegunungan, karena utamanya itu yang menentukan. Apabila intensitas hujan tinggi di daerah pegunungan, maka itu akan sangat berdampak,” ujarnya.

H Rahmi menyebutkan, apabila ketinggian atau genangan air mengalami kenaikan signifkan, maka pihaknya akan melakukan evakuasi.

“Jadi, kepada segenap warga, agar selalu waspada terhadap cauaca dan luapan sungai. Selain itu, masyarakat yang meninggalkan rumahnya agar berhati-hati dan dapat mengamankan harta bendanya,” katanya.[]

 

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *