TAMIYANGLAYANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar Workshop Pelayanan Tes dan Pengobatan HIV-AIDS bagi tenaga kesehatan di Aula Hotel Indra Jaya, Tamiyanglayang, Kamis (20/10/2022).
Menurut Kepala Dinkes Bartim, dr Jimmy WS Hutagalung, sepanjang bulan Januari hingga September 2022 di Bartim terdapat temuan 15 kasus baru penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
“Saat ini total penderita HIV-AIDS di Bartim berjumlah 66 orang. Rata-rata pasien yang berobat ke RSUD Tamianglayang setiap bulan 20 sampai 25 orang,” ujarnya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, papar Jimmy WS, maka pihaknya menggelar workshop yang akan dilaksanakan selama 3 hari.
“Workshop ini dimaksudkan untuk mempermudah akses pada saat pelayanan dan penemuan kasus HIV atau infeksi seksual di semua Puskesmas yang ada di Bartim,” ucapnya.
Jimmy menyebutkan, selama ini penanganan penderita HIV-AIDS hanya di rumah sakit saja. Sekarang sudah bisa dilakukan di Puskesmas terdekat.
“Untuk pengobatan pasien HIV-AIDS selama 3 bulan, pelayanan di Puskesmas termasuk memudahkan untuk pasien berobat. Jadi kalau ada kasus HIV atau infeksi seksual, dapat dilayani di Puskesmas terdekat,” tegasnya.
Jimmy memastikan, di setiap Puskesmas disediakan satu tim yang menangani kasus HIV dan infeksi seksual lainnya. Tim ini terdiri dari dokter, perawat, dan petugas lainnya.
“Semua itu jadi materi yang didiskusikan selama workshop. Mulai dari gejala-gejala infeksi seks maupun gejala-gejala HIV, hingga bagaimana infeksi tersebut berkembang menjadi AIDS,” tuntasnya.[]
Editor : Almin Hatta



