BATULICIN – Dalam upaya pengembangan usaha mikro, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMP2) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar pelatihan pemasaran online bagi pelaku usaha mikro.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yang melibatkan 25 peserta, dengan narasumber dari Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Propinsi Kalimantan Selatan, Nurhadi Noor Setya Wibawa.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas KUMP2 Tanbu, H Deni Hariyanto, di Hotel Hilmar, Batulicin, Selasa (15/11/2022).
“Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku usaha dari perwakilan kecamatan. Untuk Kecamatan Simpang Empat diwakili 16 orang, Kecamatan Batulicin sebanyak 4 orang, Kecamatan Mantewe 2 orang, Kecamatan Kusan Hilir 1 orang, dan Kecamatan Kusan Hulu 1 orang,” kata Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Aidil Adha, saat menyampaikan laporan kegiatan tersebut.
Aidil menjelaskan, tujuan pelatihan ini untuk merealisasikan kegiatan pengembangan UMKM sebagai binaan DKUMP2 Tanbu. Sekaligus mengantisipasi dampak implasi dari kenaikan harga BBM.
“Disamping itu, untuk memberikan wawasan bagi pelaku usaha dalam hal mengelola usaha,” ujarnya.
Kemudian, papar Aidil, dalam pengembangan UMKM itu bisa terealisasi dan terserap dengan baik serta terkendalinya inflasi di daerah. Sehingga dampak kenaikan BBM tidak begitu terasa.
Selain itu, lanjut Aidil, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pelaku usaha dalam mengelola usaha dan permodalannya.
“Hal terpenting, untuk meningkatkan kinerja pelaku usaha yang lebih efektif dan efisien dalam berusaha. Serta meningkatkan omset penjualan produk usaha mikro melalui pemasaran online,” ucapnya.
Menurut H Deni Hariyanto, kegiatan ini cukup beralasan dilaksanakan, mengingat situasi kondisi Covid yang melanda selama 3 tahun terakhir, dimana inflasinya sudah dirasakan pelaku usaha saat ini.
“Hal ini bukan di tempat kita saja, namun terjadi seluruh Indonesia. Oleh kerena itu, peran pemerintah terus berupaya bagaimana menghidupkan kembali pelaku usaha. Diantaranya bagaimana kita bisa maju, bisa berkembang. Meskipun kita punya keahlian dalam menciptakan peluang usaha, namun kalau pemasaran tidak tepat dengan barang yang kita jual, tentu percuma,” tuturnya.
“Maka hari ini narasumber kita akan memberikan tips dalam hal bagaimana memasarkan produk dengan sistem yang bisa diterima oleh masyarakat yang memerlukan produk yang sudah dihasilkan. Dengan harapan keuntungan yang diharapkan pelaku usaha dapat tercapai,” tutupnya.(win)
Editor : Almin Hatta



