PARINGIN – Sejak pekerjaan peningkatan kualitas jalan dengan betonisasi oleh Pemkab Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, jalur Gunung Pandau tembus simpang Masjid Al Akbar, Paringin Selatan, menjadi alternatif bagi armada bertonase besar kala dilakukan pemortalan di Jembatan Paringin.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Paringin yang berada di ruas jalan nasional Ahmad Yani (lintas antar provinsi di Kabupaten Balangan), dipasang portal pembatas ketinggian 2,5 meter, sejak Kamis (15/12/2022).
Lantas, demi menghemat waktu dan bahan bakar, armada truk memilih jalan miliki Pemkab Balangan di jalur Jalan Garuda Maharam tembus Gunung Pandau, lanjut ke simpang Masjid Al Akbar.
Namun, sebelum menembus jalur tersebut, armada truk harus melintas di jalan milik provinsi di jalan simpang Paringin menuju Gunung Pandau, yang memiliki medan tanjakan serta dimensi jalan yang cukup sempit. Jika salah perhitungan, selain bisa menyerempet saat berpapasan, juga bisa menyebabkan ban terperosok ke luar badan jalan.
Salah satunya adalah tanjakan PDAM Paringin. Meskipun tidak terlalu tinggi, akan tetapi bagi armada dengan angkutan di luar batas kemampuan mesin, jelas akan menyebabkan gagal menanjak hingga harus terperosok ke luar jalur.
Selain itu, pada tikungan di Gunung Pandau, selain medan dengan tikungan cukup tajam, jalan sempit, juga sekaligus tanjakan, sehingga perlu perhitungan yang tepat, selain harus fokus dan konsentrasi.
Nah, Selasa 3 Januari 2023 lalu, dua armada truk tronton bertonase besar, bermuatan semen Conch, mengalami trouble di dua tanjakan tersebut. Salah satu armada terperosok di areal tanjakan PDAM. Satu truck lagi terperosok di tikungan Gunung Pandau, yang memang menjadi momok bagi angkutan truk tronton.
Hingga berita ini diturunkan, kedua truk tersebut belum bisa dievakuasi. Akibatnya, arus lalulintas di jalan tersebut harus dilakukan buka tutup. Sementara itu, menurut penelusuran salah satu jurnalis, Alpi, kecelakaan tersebut menjadi penyebab putusnya aliran listrik di sebagian kawasan Gunung Pandau.[]
Editor : Almin Hatta



