TAMIYANGLAYANG – Jembatan Penyeberangan Orang (JPP) Sungai Sirau untuk masuk ke Gang Tampe, Kelurahan Tamianglayang, Kecamatan Dusun Timur (Bartim), memang sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Bartim pada Oktober 2021 silam.
Untuk itu, segenap warga pengguna JPO Sungai Sirau mengucapkan terima kasih. Termasuk Bartoleksono yang sering disapa Abah Moses, selaku orang yang dituakan di kawasan tersebut, dan orang yang memperjuangkan perbaikan jembatan tersebut.
“Kita tentunya berterima kasih kepada pihak pemerintah, khususnya Dinas PUPR. Namun di musim hujan ini, kondisi jembatan tersebut perlu perhatian dan perbaikan lagi, dan sudah saya sampaikan kepada pihak PUPR. Namun jawaban mereka sungguh mengecewakan,” kata Abah Moses, Minggu (26/3/2023) kemarin.
Menurut Abah Moses, di masim hujan ini tiang jembatan JPO Sungai Sirau kerap dihantam ‘pampangan’ (potongan pohon, ranting, daun, sampah, dan lain-lain yang menyatu dan larut bersama derasnya air sungai).
Salain itu, papar Abah Moses, tanah di bagian sisi jembatan tersebut juga mulai tergerus derasnya arus sungai.
“Warga sudah bergotong royong membersihkan pampangan tersebut. Tapi kondisi tiang jembatan sudah terlihat mulai goyah, dan sebagian tersentak ke bawah. Kita khawatir, jika hal ini dibiarkan, maka jembatan tersebut bisa ambruk,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Abah Moses, sudah dilaporkannya kepada pihak Dinas PUPR Bartim.
“Saya sudah datangi Kantor Dinas PUPR Bartim, bahkan sudah ketemu pegawainya, dan menyampaikan keadaan JPO Sungai Sirau. Saya perlihatkan fotonya,” ucapnya.
Tapi jawaban pihak Dinas PUPR membuat Abah Moses kecewa.
“Mereka katakan, kadada duitnya (tak ada anggarannya, red). Saya rasa kurang tepat jawaban seperti itu. Mestinya lihat dulu langsung ke lapangan, tindaklanjuti laporan saya sebagai warga,” tuturnya.
“Saya sebagai warga hanya berharap, agar kondisi JPO Sungai Sirau ini ditangani segera, jangan menunggu sampai rusak parah,” imbuh Abah Moses.[]
Editor : Almin Hatta



