TAMIYANGLAYANG – Wahyudinnoor selaku Ketua Komisi II DPRD Barito Timur (Bartim) yang membidangi ekonomi dan keuangan, berharap Pemkab Bartim memberdayakan peternak lokal dalam menyediakan kebutuhan hewan qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah.
“Memang sebaiknya untuk meningkatkan ekonomi daerah agar memanfaatkan hasil ternak dari peternak-peternak lokal,” katanya saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Bartim, Tamianglayang, Selasa (20/6/2023).
Wahyudinnoor mengungkapkan, selama ini setiap menjelang Idul Adha maka kebutuhan hewan qurban sebagian besar didatangkan dari luar daerah, lantaran waktu yang mepet saat pemerintah daerah mengucurkan bantuan dana untuk ibadah qurban.
“Makanya ke depan kita berharap ternak sapi di Bartim dikembangkan. Peternak lokal dibina, supaya produktivitasnya meningkat. Sebab, kebutuhan daging sapi bukan hanya pada Hari Raya Idul Adha saja,” ujarnya.
Selain untuk qurban, papar Wahyudinnoor, kebutuhan harian daging sapi di Bartim pun cukup tinggi. Terutama karena kebiasaan warga makan pentol dan bakso.
“Bakso dan pentol itu kan konsumsi masyarakat sehari-hari yang cukup besar. Ini potensi pasar yang harus dilihat pihak Dinas Peternakan, agar mengembangkan peternakan sapi. Sehingga kebutuhan itu dan kebutuhan hewan qurban bisa kita penuhi sendiri dari daerah,” ucapnya.
Diketahui, tahun ini Pemkab Bartim menganggarkan belanja hewan qurban sebesar Rp1 miliar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekda Bartim.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bartim, Rusdianor, yang dikonfirmasi berapa jumlah sapi qurban yang bisa dibeli dari anggaran sebesar itu, belum bisa memastikan, karena anggarannya belum dicairkan.
“Kemungkinan harga sapi tahun ini naik lagi. Jadi kita belum bisa memastikan dengan anggaran Rp1 miliar dapat berapa ekor. Dua tiga hari ke depan baru bisa kita hitung, setelah anggarannya turun,” ujarnya.[]
Gazali Rahman 21/6/ 2023. (BE MO)



