TAMIYANGLAYANG – Kepala UPTD Puskesmas Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Nelwan Adrius, terus mengimbau warga di wilayah kerjanya agar selalu waspada terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Peringatan atau imbauan yang disampaikan Nelwan kepada masyarakat bukan tanpa alasan. Pasalnya, kasus DBD di Bartim telah dinyatakan darurat, karena sudah ada puluhan warga yang terkena penyakit tersebut. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia.
Puskesmas Ampah sendiri, ungkap Nelwan, sudah mendata sekitar 25 orang warga yang terkena penyakit DBD.
“Karenanya, untuk mengantisipasi bertambahnya kasus DBD di Barito Timur, khususnya di Dusun Tengah, kami mengimbau masyarakat menerapkan 5M sebagai langkah antisipasi dengan memberantas sarang nyamuk,” katanya, Minggu (21/1/2024)
Menurut Nelwan, masyarakat bisa secara mandiri melakukan hal tersebut. Sebab, kalau minta dilakukan fogging atau pengasapan, pihaknya ada prosedur.
“Adanya peningkatan kasus DBD ini, banyak masyarakat meminta fogging. Namun perlu diketahui, fogging ada aturannya, karena ada bahan kimia dan bisa berdampak pada lingkungan. Jadi tidak bisa dilakukan sembarangan,” ujarnya.
Nelwan menjelaskan, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa saja. Sedangkan jentiknya tidak mati. Maka dari itu, masyarakat harus menerapkan 5M. Agar jentik nyamuk atau sarangnya dibereskan.
“Jadi intinya, upaya yang paling maksimal adalah dengan memberantas sarang dan jentik nyamuk,” pungkasnya.[]
Gazali Rahman 22/1/ 2024.



