BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Apel kebersamaan di Guntung Damar Banjarbaru, Jum’at (27/9/2019). Itu dalam rangja penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Meski hujan sudah mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, bukan berarti karhutla berakhir untuk diwaspadai. Apalagi dampak asapnya, hujan justeru membuatnya lebih pekat.
Dalam apel kebersamaan pemprov, lintas instansi dilibatkan. Itu salah satu bukti keseriusan pemprov menangani karhutla.
“Dengan sangat sungguh -sungguh menghadapi karhutla,” kata Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat memberi arahan pada peserta apel.
Upaya penanganan dan pencegahan karhutla sendiri, sudah dilakukan pemprov sejak beberapa bulan lalu. Menurut H Sahbirin Noor, penanganan dilakukan secara terpadu.
“Habis apel, kita turun ke lapangan. Biar lebih tajam lagi,” kata Paman Birin, sapaan akrabnya.
Selain lintas instansi di lingkungan pemprov Kalsel, apel kebersamaan yang dilanjutkan dengan aksi nyata ke lapangan itu juga diikuti puluha mahasiswa. Mereka menggunakan jas almameter kuning Universitas Lambung Mangkurat.
Salah satu mahasiswa, Rendy Ridani mengatakan, keterlibatan mereka juga bentuk komitmen. Apalagi para mahasiswa baru saja unjuk rasa ke pemprov pada Selasa (24/9/2019) lalu. Isu yang diangkat adalah soal tindakan pemprov menangani karhutla dan dampak asapnya.
“Masa kami cuma bisa mengkritik saja,” ucapnya.
Guntung Damar sendiri adalah lahan gambut yang rutin terbakar. Lokasinya dekat sekali dengan Bandara Syamsudin Noor. Sehingga, Guntung Damar jadi penyumbang rutin asap yang mengganggu aktivitas penerbangan.



