BANJARBARU– Sebuah inovasi luar biasa berdampak bagi penghematan energi ditemukan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ini setelah tim peneliti dari berbagai disiplin ilmu dari Balibangda Kalsel berhasil menemukan sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah dari cangkang kelapa sawit untuk diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kerja keras Balibangda Kalsel ini juga sebagai.wujud implementasi program terukur untuk mengimplementasikan haraoan Gubernur H Sahbirin Noor agar SKPD terkait terus melakukan inovasi mengoptimalkan sumber daya alam atau energi terbarukan.
Provinsi Kalsel merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia.
Bahkan, kelapa sawit merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar kedua bagi Kalsel setelah batubara.
Sektor perkebunan dan produksi kelapa sawit sekarang dan ke depan, akan terus berkembang dan memiliki potensi sangat baik.
Bahkan bukan tidak mungkin akan menggantikan sektor pertambangan sebagai penyumbang PAD bagi Kalsel.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalsel, Muhammad Amin, pada Seminar Akhir Kajian Awal Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit di Kalsel, Kamis (3/10/2019) di Aula Balitbangda Provinsi Kalsel.
“Industri Kelapa Sawit di Kalsel sangat potensial, mengingat kelapa sawit merupakan penyumbang PAD terbesar kedua setelah batubara. Bukan tidak mungkin ke depan bisa menggantikan batubara. Ini karena kelapa sawit merupakan sumber daya terbarukan, yang bisa diperbaharui,” ujarnya.
Dikatakan M Amin limbah dari pengolahan kelapa sawit seperti cangkang kelapa sawit bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi sumber energi terbarukan.
Tim peneliti dari Balitbangda melakukan kajian terkait pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit.
“Dari kajian ini, kelapa sawit tidak hanya menghaailkan CPO, tetapi limbah yang dihasilkan berupa cangkang bisa dimanfaatkan kembali menjadi salah satu sumber energi terbarukan,” jelasnya.
Cangkang sawit tambah amin merupakan salah satu limbah pengolahan minyak sawit yang besar.
Prospek pemanfaatan limbah dengan tujuan pembuatan biomassa berupa gasifikasi merupakan yang terbesar dengan memanfaatkan cangkang sawit yaitu 17,5 kg cangkang mampu mengganti 7 liter minyak BBM yang mampu menghaailkan 100 kg uap/jam.
“Ini potensi yang luar biasa, kalau bisa kita manfaatkan, dan sangat berguna bagi pengembangan sumber energi terbarukan di Kalsel,” tambahnya.
Kabid Litbang, Sumber Daya, Teknologi, dan Inovasi Balitbangda Provin Kalsel Murwany Viviene Antang menambahkan, pemanfaatan limbah yang dapat diolah menjadi produk sampingan dan menghasilkan ekonomi.
Kalsel dengan produksi sawit diatas 1,3jt ton pertahun memiliki potensi penghasil daya sebesar 7 MW yang bersumber dari limbah cagkang dan serabut kelapa sawit.
Oleh karena itu pemerintah perlu mengatur distrubusi pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit melalui regulasi dan kebijakan daerah.
“Jika inventarisasi kuantitas limbah cangkang di Kalsel dikelola dengan baik, tidakk menutup kemungkinan Kalsel mampu membentuk holding company khusus untuk penghasil energi terbarukan memanfaatkan limbah cangkang sawit,” jelasnya.
Penelitian itu sendiri dilakukan oleh Yudhi Putrayanda, Ahmad Zaky Maulana, Nur Muhammad Azizi Kurniaean, Edy Budiono, dan Sigiharni.ril



