BANJARMASIN – Tak bisa dipungkiri, wabah Covid-19 berdampak ke mana-mana. Mulai masalah kesehatan, dunia pendidikan, hingga sektor usaha. Termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Kabid Bidang Usaha dan Pemasaran Produk Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Refiansyah, menyatakan pihak sejak Maret sampai Mei lalu mengadakan pendataan melalui goegle form untuk mengetahui UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 ini.
Hasilnya sungguh mengejutkan. “Ada sebanyak 3.102 UMKM di Kalsel yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.
Refiansyah mengakui bahwa akibat dampak Covid-19 ini dunia usaha benar-benar carut-marut. Meski demikian, paparnya, masih cukup banyak perusahaan yang bisa bertahan.
“UMKM yang bisa beradaptasi dengan situasi yang serba tak menentu ini, ternyata mampu bertahan di tengah kerasnya dampak pandemi Covid-19,” katanya.
Mengenai UMKM yang merasakan dampak sangat dignifikan di tengah wabah virus Corona ini, Refiansyah memperilakan untuk melapor lewat jaringan hotline ke Dinas Koperasi dan UMKM di tiap provinsi, termasuk di Kalsel, untuk mendapatkan bantuan.
Menurut Refiansyah, bantuan dari pemerintah untuk penanganan perekonomian ini bentuknya beragam. Disebutkannya, program penanganan bantuan ini langsung dari pusat.
“Jadi program pemulihan ekonomi itu beragam. Ada stimulus penambahan modal, restrukturisasi modal, dan ada dana bergulir LPDB-KUMKM,” ucapnya. “UMKM yang mendapat dana bantuan harus memiliki aset minimal Rp50 juta, dan tidak pernah melakukan kredit di bank,” tambahnya.[]
Reporter: Riana
Editor: Almin Hatta



