BANJARMASIN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin hingga saat ini sebenarnya sudah menempati posisi presentasi tertinggi diantara kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel), yaitu sebesar 69,54%.
Guna menjaga stabilitas PAD tersebut, terutama pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil, harus melakukan beberapa upaya optimalisasi. Pasalnya, pada masa pandemi ini, pendapatan dari sektor perhotelan dan hiburan mengalami penurunan pendapatan.
Menyikapi hal tersebut, papar Subhan, Bakeuda mencoba mengintensitifikasi sektor lain untuk meningkatkan pendapatan. Salah satunya reklame.
Subhan menerangkan, setelah dilakukan percobaan turun ke lapangan, ada beberapa titik potensial, yang sebelumnya masih belum optimal penagihannya. Maka dari itu Bakeuda mengoptimalkan penagihan sektor reklame ini. “Alhamdulillah, dari sektor reklame dapat tertutupi penururan PAD,” katanya.
Kemudian pada sektor lain, yaitu penerangan jalan yang juga setelah Bakeuda realokasi, ternyata potensinya sampai dengan akhir bulan Desember sangat besar dalam berkontribusi menaikkan pendapatan daerah.
“Sebelumnya kita tidak mengira bahwa sektor penerangan jalan ini ternyata juga sangat besar potensinya dalam membantu menstabilkan penurunan pendapatan sektor lain,” pungkas Subhan.[]
Reporter: Nailu Alhusna
Editor: Almin Hatta



