Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Statement Sukrowardi yang seolah-olah menyamakan kitab suci Al-Qur’an dengan Tata Tertib Parlemen, menimbulkan reaksi di kalangan organisasi masyarakat (ormas).
Perwakilan massa yang menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Banjarmasin meminta untuk dipertemukan dengan Sukhrowardi.
Aksi damai inipun akhirnya membuahkan hasil. Perwakilan massa dari Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Kota Banjarmasin, ulama, serta habaib, dapat dipertemukan dengan Sukhrowardi. Mediasi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin, serta didampingin Kapolresta Kota Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan.
Sukhrowardi yang merupakan Ketua Fraksi Golkar sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin turut menyampaikan permintaan maaf, sekaligus dibimbing Habib Alwi Al Habsyi untuk mengucapkan kalimat istigfar. “Astaghfirullahal’adzim, wa’atubu ilaik. Semoga adinda Sukhrowardi mendapatkan keridhaan dari Allah SWT, atas ucapan tidak senonoh,” tutur Habib Alwi.
Habib Alwi juga berharap agar anggota DPRD yang lain tidak membuat kesalahan yang berhubungan dengan Agama Islam. “Dan juga untuk anggota-anggota DPRD yang lain, agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan agama Islam,” tambah Habib Alwi.
Sementara itu, di hadapan ulama, Sukhro menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang tidak disengaja. Sukhro sendiri berharap adanya komunikasi yang terjalin antara wakil rakyat dengan para ulama, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
“Semoga apa yang kita cita-citakan, yaitu Kota Banjarmasin yang kondusif bisa tercapai. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada perwakilan massa, karena jangan sampai terjadi perbedaan persepsi, padahal saya tidak bermaksud seperti itu,” katanya.
Sukhro beralasan, hanya ingin menegakkan aturan-aturan yang disampaikan di dewan. Sehingga, tidak ada maksud darinya untuk menyamakan antara Alqur’an dengan tata tertib dewan.
“Saya ucapkan terima kasih atas ingatan dan koreksi yang disampaikan, agar kita sama-sama saling tabayyun,” imbuh Sukhro.
Usai mediasi, Ketua Pekat IB Kota Banjarmasin, Suriansyah, menegaskan, tidak ada maksud dari Sukhro untuk menyamakan antara Alqur’an dengan tata tertib dewan. Hanya saja diakuinya, Sukhro ‘keceplosan’ mengucap perkataan tersebut, hingga memantik protes dari massa dan ulama.
“Ternyata, maksud beliau bukan seperti itu. Cuma keceplosan, ternyata ‘begini lho tata tertib DPRD dan berpedoman kepada Alquran’. Tentunya semua ini ada hikmahnya,” tandas Suriansyah.[]
