Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, Aditya Mufti Arifin, mengenalkan figur baru sebagai pendampingnya dalam Pilkada 2020 di Banjarbaru.
Sebelumnya, Ovie (sapaan akrab Aditya M Arifin) digadang-gadang akan bergandengan dengan mantan Sekda Kota Banjarbaru, Syahriani Syahran. Sepekan desas-desus itu bergulir, Ovie menegaskan jika Wartono, politisi PDI Perjuangan, yang akan berpasangan dengan dirinya.
Kejutan itu terungkap saat DPD Partai Gerindra mengumumkan siapa saja yang menerima rekomendasi resmi dari pusat untuk kontestasi politik lima tahunan di Kalimantan Selatan Desember nanti, Jumat (28/8/2020) sore. DPD Partai Gerindra yakin mengusung Ovie dan Wartono berdasarkan survei.
“Kita ada hasil survei tersendiri. Jadi diam-diam untuk semua kabupaten/kota, kira kira-kira tidak laku ‘dijual’, tidak banyak keuntungannya, ya ganti dengan yang baru,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, H Abidin.
Soal mengesampingkan Syahriani Syahran akibat hasil survei, H Abidin membantah. Meski melepas kader sendiri, bukan halangan bagi Gerindra untuk memenangkan kontestasi.
“Tidak masalah melepas kader di sana. Tapi tetap di gerbong koalisi. Beliau tetap jadi tim pemenangan koalisi,” ucap H Abidin, menambahkan.
Sementara itu, bakal calon Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, mengaku jika gonta-ganti pasangan politik adalah hal biasa. Itu sah selama masih belum masuk masa pendaftaran.
Pertimbangan pun, menurut Ovie, adalah hasil dari musyawarah. Bukan diambil oleh dirinya pribadi, melainkan diskusi antar partai politik yang berkoalisi untuk mengusungnya.
“Dari mesin partai, yakni PDIP, Gerindra, dan PPP, Alhamdulillah saya lihat di Banjarbaru, bagus. PDIP kuat jaringannya sampai ke bawah, juga Gerindra dan PPP,” katanya.
Ovie menilai, elektabilitas figur tak serta merta jadi pertimbangan. Menurutnya, mesin partai justru jadi salah satu penentu keberhasilan dalam pemilihan.
“Pak Syahriani orangnya baik, mantan birokrat yang berpengalaman, menjadi Sekda sangat lama di Banjarbaru. Pak Wartono juga, tumbuh dan besar di Banjarbaru, mantan Wakil Ketua DPRD, dan saat ini juga masih jadi anggota DPRD setempat, jadi ya berimbang saja saya pikir,” ujar Ovie membandingkan keduanya.[]



