Birin-Muhidin Melaju di Pilgub Kalsel dengan Dukungan 9 Parpol
(maknanews.com)

Birin-Muhidin Melaju di Pilgub Kalsel dengan Dukungan 9 Parpol

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Pasangan Paman Birin – Haji Muhidin resmi melaju ke pertarungan Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 9 Desember 2020. Tak tanggung-tanggung, petahana ini diusung 9 partai politik (parpol) sekaligus.

Langkah pasangan H Sahbiri Noor dan H Muhidin (Birin-Muhidin) pun mantap. Setelah terlebih dulu menggelar doa bersama usai shalat subuh di Masjid Sabilal Muhtadin, pasangan ini bersama rombongan bergerak ke Tugu 0Km di kawasan Siring Wisata di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin.

Di prasasti Tugu 0Km itulah, Sabtu (5/9/20) pagi, pasangan Birin-Muhidin menggelar Deklarasi sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel yang siap berlaga pada perhelatan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 nanti.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin menyatakan optimismenya untuk meraih kemenangan. “Kami optimis meraih kemenangan dalam Pilgub Kalsel tahun 2020 ini,” ujarnya.

Pasangan Birin-Muhidin memang pantas optimis. Pasalnya, pasangan ini didukung 9 parpol sekaligus, yang terbagi menjadi 2 cluster. Yakni parpol parlemen (punya kursi di DPRD Kalsel, red), dan parpol nonparlemen. Makanya, pendukung petahana Pilgub Kalsel kali ini dinilai sebagai koalisi gemuk.

Sebagai informasi, Golkar sebagai partai pengusung utama Birin-Muhidin didukung 5 partai lain yang berasal dari parlemen. Yakni PDIP Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Kesejahteraan (PKS), dan yang terakhir ada Partai Nasdem. Sedangkan dukungan yang berasal dari partai nonparlemen berasal dari PSI, Perindo, dan PKPI.

Di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan Birin-Muhidin, Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan optimis Pilkada 9 Desember 2020 nanti dimenangkan pasangan Sahbirin-Muhidin. “Insya Allah, Paman Birin – Haji Muhidin menang 9 Desember nanti,” tuturnya.

Rifqinizamy juga mengatakan, Kalimantan Selatan memerlukan figur pimpinan yang dekat dengan rakyat sekaligus religius. “Kalsel membutuhkan pemimpin religius dan merakyat,” ujarnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *