Peringatan Harjad Kota Banjarmasin tanpa Pesta Meriah

Peringatan Harjad Kota Banjarmasin tanpa Pesta Meriah

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Rapat Paripurna Hari Jad Kota Banjarmasin Ke- 494 di DPRD Kota Banjarmasin pun dilaksanakan.

Pelaksanaan terkesan sederhana, karena Banjarmasin sedang menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu, kegiatan hanya diisi beberapa acara, termasuk Paripurna di DPRD Kota Banjarmasin.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin Herry Wijaya mengungkapkan, kendati sederhana namun inti dari peringatan Harjad ini telah diisi dengan baik oleh beberapa program, salah satunya penanggulangan pandemi Covid-19.

“Kita dihadapkan dengan pandemi, makanya kegiatan harus kita tahan dan lebih baik kita arahkan untuk program penanggulangan pandemi Covid-19, apalagi dalam waktu dekat kota Banjarmasin akan menghadapi pilkada,” ucapnya.

Sertiap memperingati Harjad, ada tradisi Pemko Banjarmasin bersama seluruh Forkopimda, anggota DPRD Banjarmasin, dan SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, yang selalu dilaksanakan tiap tahun. Yakni menggelar ziarah ke makam Sultann Suriansyah di kawasan Muara Kuin. Kali ini pun dilaksanakan pula, yakni pada Kamis (24/9/2020) pagi.

Meski berbeda dari sebelumnya karena kondisi Pandemi Covid-19, tak mengurangi rasa syukur, ziarah ke makam Raja Banjar pun dilakukan untuk membuka peringatan harjad tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Memang kita laksanakan sangat sederhana karena pandemi,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ia menyampaikan, makam ini adalah salah satu peninggalan yang menjadi salah satu identitas Banjarmasin sebagai Kota Pusaka Indonesia.

“494 usia Kota Banjarmasin, jadi sangat banyak peninggalan peninggalan sejarah kota ini, termasuk sejarah kesultanan Banjar yang harus kita gali, kita pelihara, kita rawat, kita jaga, dan harus kita dokumentasikan dengan baik,” ucapnya.

Sebelumnya, kawasan Makam Raja Banjar ini ditutup kurang lebih tiga bulan sejak Maret 2020 lalu. Jika sebelumnya penutupan situs cagar budaya itu untuk mencegah penularan virus Corona antar pengunjung, kali ini justru dualisme kepengurusan yang jadi alasan karena saling klaim atas siapa yang berhak memelihara dan mengelola makam tersebut. Setelah dilakukan berbagai upaya mediasi, akhirnya disepakati komplek makam ini dibuka kembali.

Bersamaan dengan peringatan Harjad ini, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga mengucapkan duka yang mendalam, atas berpulangnya Dirut RS Sultan Suriansyah Banjarmasin.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *