Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa yang terletak wilayah Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), kini tengah disiapkan untuk menjadi tempat penampungan pasien Covid-19.
Terkait rencana tersebut, Camat Dusun Timur, Ristanto Pratomo S STP, Sekcam, jajaran stap Kecamatan Dusun Timur, serta sejumlah kepala desa dan perangkat desa di wilayah Kecamatan Dusun Timur, Rabu (30/9/2020) pagi hingga siang terlihat sibuk membersihkan Rusunawa tersebut.
Mulai dari lingkungan pekarangan, hingga seluruh ruang yang ada di bangunan berlantai tiga itu mereka bersihkan. Tak ketinggalan sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Bartim, ikut pula Rusunawa yang akan disulap menjadi tempat penampungan pasien Covid-19 tersebut.
Saat ditemui awak Media, Camat Dusun Timur Ristanto Pratomo S STP bersama Sekcam terlihat sedang sibuk membersihkan bangunan tersebut. “Ya, hari ini kita lakukan kerja bakti sosial, dengan menurunkan seluruh jajaran perangkat Kecamatan, perangkat Kelurahan, bebarapa kepala desa lengkap dengan perangkatnya, Babinsa, dan serta yang lainnya,” katanya.
Menurut Ristanto, kebersamaan dalam kegiatan membersihkan Rusunawa tersebut dimaksudkan untuk membantu Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Bartim, untuk menyiapkan tempat penampungan pasien Covid-19 tersebut.
Kalau hari ini (Rabu, red) seluruh ruang Rusunawa sudah bersih, dan kondisinya memang siap, maka mulai besok (Kamis 1/10/2020) tentunya sudah bisa dipergunakan untuk menampung pasien Covid-19.
“Maka itu kita kerahkan semuanya untuk bersama-sama membersihan seluruh lingkungn dan segenap ruangan Rusunawa ini. Mulai bawah sampai tingkat teratas,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Desa Jaar, Arponi, pihaknya secara kelembagaan tentu saja mendukung upaya menyiapkan tempat penampungan pasien Covid-19 ini.
“Pertimbangannya tentu saja faktor kemunusian. Sebagaimana kita ketahui, ada warga kita di Jaar ini yang juga terpapar Covid- 19. Yang bersangkutan sekarang ini sedang menjalani isolasi mandiri, karena tempat penampungan pasien khusus yang disediakan Pemerintah Bartim sudah penuh, maka terpaksa diisolasi di rumahnya,” katanya.
Arponi menjelaskan, keluarganya warga yang terpapar Covid-19 tersebut sudah dipisahkan dari tempat tinggalnya. “Jadi, dia sendirian diisolasi mandiri di rumahnya. Nah, alangkah baiknya kalau nanti ia ditempatkan di tempat penampungan yang disediakan pemerintah ini, sehingga bisa lebih terawasi dan terjaga kesehatannya,” katanya.
Arponi menyatakan, pihaknya bersama warga Desa Jaar mendukung dijadikannya Rusunawa tersebut sebagi tempat penampungan pasien Covid-19. “Warga Desa Jaar 80% mengerti soal pemanfaatan Rusunawa ini. Sedangan dan warga yang lainnya akan kita lakukan sosialisasi, memberikan pemahaman mengenai penampungan pasien Covid-19 ini,” ujar Arponi.
Di tempat terpisah, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bartim, dr Simon Biring, mengatakan, mulai besok pihaknya sudah menempatkan pasien Covid-19 di Rusunawa tersebut. “Segala perlengkapan di ruangannya kita penuhi. Mengenai WC yang rusak sedang kita perbaiki. Daya tampung Rusunawa ini bisa mencapai 200 orang,” katanya.[]



