Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Melalui Musyawarah Daerah (Musda), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kalimantan Selatan, secara resmi dikukuhkan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (14 Oktober 2020).
Ir Hj Suryatinah, Ketua DPD HNSI Provinsi Kalsel mengatakan, program Musda kali ini salah satunya menyusun kepengurusan HNSI Provinsi Kalsel periode 2020-2025, serta program kerja lima tahun ke depan.
“Kita berharap Musda dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kalsel, dengan menyusun program untuk meningkatkan SDM nelayan di Banua ini,” katanya.
Sejauh ini, papar Hj Suryatinah, HNSI Kalsel kurang aktif. Padahal potensi perikanan cukup besar, mengingat Kalsel memiliki 12 mil lebih luas laut dengan 2.600 km panjang pesisir.
Selain itu, lanjutnya, potensi luar biasa juga terdapat 172 pulau dan 30 ribu lebih KK nelayan, yang sejauh ini masih harus dibina karena masih menggunakan sistem penangkapan ikan secara tradisional.
“Dengan peningkatan SDM nelayan, produksi tangkapan akan terus meningkatt dan mengalami fluktuasi. Kendati sejauh ini fluktuasi terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Untuk itu, ke depan diakui masih banyak PR yang harus dituntaskan. Salah satunya program peningkatan SDM nelayan, sehingga mereka bisa meningkatkan hasil tangkapannya.
Menyikapi pengukuhan kali ini, Fathurahman selaku Sraff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, mewakili Plt Gubernur Kalsel, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki komitmen dari HNSI untuk berhimpun guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Peranan penting nelayan terasa untuk pembangunan. Makanya pemerintah sangat mendukung setiap program guna meningkatkan penghasilan di bidang perikanan,” katanya.
Diharapkan, nelayan bisa lebih diarahkan agar dalam mencari ikan tetap ramah lingkungan. Ke depan, organisasi ini diharapkan bisa menata diri untuk lebih baik lagi.
Pengukuhan HNSI Kalsel sendiri dilakukan oleh Mayjen Purnawirawan H Yusuf Solihin MBA selaku Ketua DPP HNSI. “Kepengurusan ini diharapkan mampu membuat program kerja untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Meyjen H Yusuf Solihin antara lain mengatakan, kelautan atau perikanan merupakan kekayaan negara ini. “Makanya perlu dihargai dan dikembangkan lagi, terutama potensinya, tak terkecuali di Kalsel melalui HNSI Kasel ini,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPI) Provinsi Kalsel, H Bandi mengatakan, terbentuknya kepengurusan HNSI Kalsel diharapkan mampu meningkatkan SDM nelayan yang sejauh dinilai tertinggal.
“Dengan meningkatnya SDM nelayan, maka mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya, karena paham dengan peralatan modern yang digunakan menangkap ikan,” katanya.[]



