Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus melakukan kerja nyata, khususnya terkait upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di desa, dengan menempatkan penyuluh pertanian sebagai mitra petani di lapangan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bartim mencanangkan peningkatan hasil perekonomian pertanian pada semua kecamatan dan desa di seluruh Kabupaten Bartim.
Menurut Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bartim, Trikorianto SP MM, salah satu cara peningkatan perekonomian masyarakat adalah dengan meningkatkan hasil pertanian.
“Karena itu, Dinas Pertanian Bartim untuk tahun ini mencanangkan peningkatan hasil petanian, dengan mendorong dan membantu usaha segenap masyarakat petani yang ada di Barito Timur ini,” katanya, Jum’at (23/10/2020).
Trikorianto SP MM memaparkan, target tanam pada sepuluh kecamatan di Bartim, baik untuk padi sawah maupun padi gogo (padi ladang) tahun ini adalah 14.500 hektare.
“Luasan tersebut tersebar di semua kecamatan yang ada di kabupaten Barito Timur ini,” ujarnya.
Disebutkan Trikorianto, yang paling banyak lahan pertaniannya adalah di wilayah Kecamatan Dusun Tengah dan Kecamatan Paku.
Tirkorianto menjabarkan, di Kecamatan Dusun Tengah hampir 5.000 hektare. Untuk Kecamatan Paku 1.500 hektare. Kecamatan Pematang Kararau sekitar 1.600 hektare. Lalu kecamatan lainnya bervariasi antara 500 hektare, 700 hektare, hingga 800 hektare, yang yang terseber di semua kecamatan.
“Empat belas ribu lima ratus hektare itu semua target tanaman untuk pertanian di Bartim. Empat belas ribu lima ratus itu untuk sawah dan ladang, pengairan, dan non pengairan,” ujarnya.
Menurut Trikorianto, sulit kalau membedakan luas lahan untuk sawah yang pengairan, dan berapa luasnya. Sebab, banyak saja lahannya, namun tak ada pengairannya. Sebut saja misalnya lahan di wilayah Taniran, lahannya ada tapi tidak berpengairan.
“Selain padi, kita juga menanam jagung untuk Oktober ini. Targetnya 380 hektare, tersebar di enam kecamatan. Yakni Kecamatan Banua Lima, Awang, Dusun Tengah, Raren Batuah, Paku, dan Pematang Karau. Yang paling banyak untuk penanaman jagung wilayah Dusun Tengah,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, ada juga petani yang menanam kedelai, dengan luasan lahan sekitar 5 hektare. Antara lain di wilayah Kecamatan Raren Batuah. Tepatnya di Desa Malintot.
“Rata-rata semua lahan tersebut sudah siap untuk tanam. Ada yang sudah siap, ada yang sudah tanam, dan ada yang masih penggarapan. Untuk bibit benihnya, ada dari Distan, dan langsung dari petani sendiri,” ungkapnya.
Terkait semua itu, papar Trikorianto, setiap penyuluh pertanian siap bergerak ke lapangan, ke tempat-tempat petani. “Untuk mengawal sampai menghasilkan panen yang lebih tinggi. Sebab, merekalah ujung tombaknya, mitra petani yang tersebar di semua kecamatan,” pungkasnya.[]



