Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Seakan tak pernah ada perubahan, keberadaan Gas Elpiji 3Kg kembali mengalami kelangkaan di pasaran dan harganya pun melonjat jauh di atas harga standar.
Kendati beberapa upaya telah dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui keterlibatan parat kepolisian yang melakukan razia terhadap pengumpul. Nyatanya, hal tersebut tak berpengaruh terhadap harga Gas 3Kg (Melon) ini untuk terus mengalami kenaikan, dan kini telah mencapai rata-rata Rp30 ribu.
Salah seorang pemilik warung makan di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Noor Jannah, mengaku setiap hari bisa memakai dua tabung gas. Namun karena harganya naik terus, bahkan sulit didapat maka, ia terpaksa berhemat dengan hanya satu tabung saja.
“Biasanya kita menyediakan dua tabung gas melon tiap hari. Namun karena saat ini sulit didapat dan harganya naik, kita terpaksa berupaya menghemat dengan mamakai satu tabung saja,” ujarnya, Jum’at (6/11/2020) kemarin.
Kendati mengalami kesulitan dalam mendapatkan gas melon dengan harga standar, namun Noor Jannah mengaku sudah terbiasa dengan kenyataan tersebut. Makanya ia mempersiapkan dua tabung, untuk mengantisifasi kalau gas sulit dapat.
Meski demikian, Noor Jannah mempertanyakan, kenapa kelangkaan ini seolah tak ada habisnya. “Apakah pasokan memang terbatas, atau justru ada penimbunan. Sebab, hampir setiap bulan ada saja hari-hari di mana gas ini langka di pasaran,” ujarnya.
Kenyataan tersebut, lanjut Noor Jannah, diperparah dengan naiknya harga juga. Karena langka atau sulit didapat, maka harga di pengecer pun dinaikkan hingga Rp30 per tabung.
Sementara itu, karena gas sudah menjadi kebutuhan penting saat ini, masyarakat mau tak mau harus membeli dengan harga tinggi, jauh di atas harga standarnya.



