Religi Expo Ke-6 Resmi Digelar

Religi Expo Ke-6 Resmi Digelar

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 tak menghalangi LK3 (Lembaga Kajian Keislaman) Kota Banjarmasin menggelar Religi Expo Ke-6 secara virtual bertempat di Balairung Sari Taman Budaya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

 

Menurut Direktur LK3 Banjarmasin, Rafikah, Religi Expo Ke-6 ini agak sedikit berbeda disbanding gelaran serupa pada tahun-tahun sebelumnya. 

 

“Expo Religi tahun ini memang agak sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Karena kita terkendala situasi pandemi Covid-19, jadi kami turut mensiasati hal-hal atau apa-apa yang tidak bisa kita lakukan,” tuturnya. 

 

Rafikah menjelaskan, biasanya pihaknya mengadakan Religi Expo secara terbuka. Namun karena pandemi Covid-19, maka LK3 mengusung konsep baru. Yakni Religi Expo Virtual. 

 

“Karena covid ini, terpaksa kami membatasi yang terlibat. Begitu juga ruang yang terbatas dan dengan durasi yang juga terbatas. Namun kami berharap justru dengan konsep seperti ini, kita akan lebih banyak menjangkau secara digitalisasi,” ucapnya kepada media, Jum’at (4/12). 

Menurut Rafikah, dengan adanya konsep Religi Expo virtual ini, maka acara dapat dinikmati semua kalangan dan expo tetap dapat dinikmati tanpa menghilangkan subtansinya. 

Religi Expo Virtual kali ini menampilkan kompilasi video keberagaman yang memuat komunitas agama maupun lembaga keagamaan. 

Tidak hanya itu. Di hari kedua, Religi Expo besok (5/12), LK3 juga mengusung konsep baru, yakni Bacangkurah. “Kalau dalam bahasa Indonesia, Bacangkurah itu artinya berdialog. Jadi nanti ada dialog yang diiisi oleh narasumber, tokoh agama, dan tentu saja mengangkat tema keberagaman baik itu di masa pandemi Covid-19, Pilkada, dan lain-lain. Namun, yang pasti temanya seputar keberagaman,” ujarnya. 

 

Tidak hanya itu, lanjut Rafiakh, tepat di Sabtu malam besok, LK3 juga meluncurkan film pendek produksi pertama mereka yang berjudul ‘Kasumbih’. 

 

“Kami juga meluncurkan sebuah film pendek yang dibuat oleh LK3 perdana. Tentu saja bertajuk budaya, dan kami angkat budaya Banjar tentang kasumbih. Kasumbih dalam bahasa Indonesia adalah Kajian. Jadi kita berharap nanti yang bisa nonton jarak jauh (live streaming) mengerti kasumbih itu maksudnya apa,” ucapnya. 

 

Di sisi lain, Faturrahman selaku Staff Ahli Bidang SDM dan Permasyarakatan Pemprov Kalsel, turut mengapresiasi Religi Expo yang digelar LK3 Banjarmasin. 

“Kegiatan yang bisa mempersatukan keberagaman, sehingga Kalsel ini lebih aman dan lebih damai,” tuturnya.

 

Faturrahman juga berharap agar acara di tahun-tahun yang akan datang dapat digelar lebih besar dan meriah. “Mudah-mudahan acara yang mendatang bisa dibuat lebih semarak, biar Kalsel kelihatan baik,” katanya.

 

Sebagai informasi, Religi Expo yang digelar LK3 Banjarmasin ini merupakan Expo pertama yang digelar secara virtual dikarenakan pandemi Covid-19, dan dilaksanakan mulai dari tanggal 4 hingga 5 Desember 2020.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *