Petugas Jaga Pos Isolasi Keluhkan Uang Transport

Petugas Jaga Pos Isolasi Keluhkan Uang Transport

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Petugas jaga pos tempat isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengeluhkan uang transpot mereka yang sejauh ini belum juga dibayar. 

Keluhan ini disampaikan seorang petugas jaga pos di tempat isolasi pasien Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) di Rumah Susun Sewa (Rusunawa), Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur.

“Uang transport kami selama dua bulan terakhir belum dibayarkan. Terus terang, hal ini memberatkan bagi kami,” kata Sunedi, salah seorang petugas jaga tersebut.

Didampingi rekannya sesama petugas jaga, Aprianto, yang juga Ketua RT 13, Sunedi menegaskan bahwa mereka sebenarnya hanya menuntut hak mereka saja selaku petuga jaga di pos isolasi di Rusunawa.

“Sekali lagi kami nyatakan, hak kami selama dua bulan yang belum dibayar,” ucap Sunedi, Kamis (17/12/2020).

Menurut Sunedi, berdasarkan perjanjian awal maka uang transport tersebut akan dibayarkan setiap bulan.

“Tapi kenyataannya sejak kami mulai jaga pada bulan Oktober 2020 lalu, hingga saat ini belum dibayar,” ujarnya. 

Sunedi mengakui bahwa sejak tanggal 2 Desember 2020 lalu mereka tak lagi masuk kerja (jaga) di Rusunawa tersebut.

“Buat apa kami jaga kalau uang transpot yang sudah dijanjikan tidak dibayar, sehingga sejak tanggal 2 Desember 2020 lalu kami sudah tidak aktif lagi jaga,” katanya. 

Menurut Sunedi, besaran uang transport  itu Rp50 Ribu per orang per hari. Dalam satu hari ada tiga shif. Petugas jaga dari masyarakat kami ada tiga orang.

Awalnya, lanjut Sunegi, petugas jaga pos selain mereka yang berasal dari masyarakat, ada pula petugas dari TNI dan Polri, serta Satpol PP.

“Hari ini harusnya uang tersebut sudah ada, kenapa uang transpot kami belum dibayar, kemana uangnya? Kami berharap agar secepatnya uang transpot kami bulan Oktober dan November dibayar sebelum Natal,” tegasnya.

Di tempat berbeda, Sekretaris Dinas Kesehatan Bartim Vinny Safari, saat dikonfirmasi mengakui bahwa uang bantuan transport untuk petugas jaga dari masyarakat  di pos tempat isolasi Rusunawa memang belum dibayar.

“Kita lagi proses pencairannya di Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Bartim. Jadi bukannya tidak dibayar. Nanti akan kita bayarkan. Itu sesuai dengan jadwal mereka jaga. Sekarang masih proses untuk pencairannya,” ujarnya. 

Vinny mengungkapkan, dana tersebut merupakan bantuan uang transpot. Jadi bukan honor atau gajih. Jadi ia berharap, jangan sampai ada kesalahpamahaman. 

“Kalau petugas kesehatan ada insentif dari Kementerian, cuma lagi diusahakan karena prosedurnya panjang sampai ke Jakarta,” tegasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *