Editor : Almin Hatta
BATULICIN – Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dulu berbeda jauh dibandingkan sekarang.
Sebelum menjadi kelurahan, kawasan ini hanya sebuah desa yang sepi dari keramaian karena minim penduduk. Tentu tak terbantahkan bahwa kawasan Gunung Tinggi kini telah menjelma menjadi pusat perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, dan kemudian tumbuh menjadi kawasan yang sangat strategis. Hal ini selaras dengan pesatnya pertumbuhan perumahan, maupun perkantoran intansi vertikal lainnya.
Tahun 2005 silam, ketika roda Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu dinakhodai dr H Zairulah Azhar sebagai bupati, dan berkantor di kawasan Gunung Tinggi, Pemerintah Daerah mulai mendirikan Masjid Agung yang sekarang diberi nama Masjid Agung Nurussalam pada tahun 2007.
Langkah aneh dan boleh dikata tak masuk akal, ide Bupati pertama di Tanah Bumbu ini menjadi tanda tanya berbagai pihak. Mengingat, kondisinya jauh dari perkotaan. Meski termasuk dikawasan pusat pemerintahan, tapi jarak perkantoran dengan titik letak masjid yang dibangun itu tampak terhalang sebuah belantara yang menutup akses menuju masjid itu.Tak seperti sekarang, aksesnya sudah terbuka dan cukup memudahkan jamaah menuju ke sana.
“Kalau masjid itu sudah selesai, siapa yang mau shalat di situ siapa? Tiang listrik PLN saja belum ada, dan jumlah kepala keluarga sangat minim,” kata salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, kala itu.
Kini, alasan dibangunnya masjid itu terjawab oleh Bupati yang kini terpilih lagi sebagai Bupati Tanah Bumbu pada Pilkada 2020 kemarin. Zairulah mengatakan, bangunan ini jangan dilihat sekarang, tapi lihat 5 tahun ke depan.
Seiring pertambahan penduduk dan pesatnya pembangunan, paparnya, maka semuanya akan memberikan dampak signifikan di kawasan Gunung Tinggi ini.
“Saya memberikan sebuah ilustrasi pada negara Philipina. Pada puluhan tahun silam, Walikotanya pernah dikatakan warganya gila pada saat itu, karena membuat jalan yang sepi lalulintas, tapi terlalu lebar. Setelah perkembangan jaman dan kemajuan negara itu, jalan itu berubah menjadi arus lalulintas yang sering macet. Seiring waktu, Walikota itu justru dikatakan warga generasi berikutnya dengan sebutan bodoh kerena membuat jalan terlalu sempit,” kata Zairulah saat itu.
Kini masjid itu sudah berusia 12 tahun. Apa yang pernah dikatakan mantan Zairullah jadi kenyataan. Tiap pelaksanaan ibadah selalu terisi, bahkan tiap pelaksanaan shalat Jum’at, jamaahnya tak kalah dengan masjid yang ada di pusat kota.
Diketahui, selain Masjid Agung Nurussalam Gunung Tinggi, kepemimpinan Zairullah Azhar kala itu turut mewakafkan Masjid Darul Azhar Nurussalam untuk para jamaah yang pernah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2008.[]



