Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Semenjak bencana banjir melanda Kota Banjarmasin sekitara dua pekan lamanya, minat donor darah masyarakat ternyata berkurang.
Kabar kurang sedap ini diutarakan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin. “Untuk minat donor darah, semenjak awal mula banjir ini memang sangat bekurang, sama halnya waktu dulu diawal-awal ada infeksi Covid-19 di Banjarmasin,” ucapnya.
Bahkan di awal-awal banjir lalu, dr Rama menyebutkan hanya ada 2 sampai 5 orang per hari yang datang ke unit donor darah PMI Banjarmasin. “Di awal-awal banjir lalu bahwa hanya ada 2 sampai 5 orang saja yang datang untuk mendonor,” ungkapnya.
Kurangnya minat donor darah ini, papar dr Rama, tentu membuat PMI Kota Banjarmasin sempat kekurangan stok darah. “Kurangnya minat donor ini tentu membuat kami kemarin sempat kekurangan stok darah. Kalau pun seandainya kami jemput bola, akses menuju ke sana juga susah,” ujarnya.
Menurut dr Rama, banyak faktor yang mempengaruhi kurangnya minat masyarakat akan donor darah. Antara lain akses jalan yang terputus, dan sterilitas pengambilan darah menjadi faktor utama susahnya memenuhi kebutuhan stok darah di saat banjir.
“Kalau proses pengambilan darahnya tidak steril, ya takutnya tidak sesuai standard dan prosedur kita,” tuturnya.
Namun kabar baiknya adalah, beberapa hari ini dr Rama mengatakan minat pendonor darah di Kota Banjarmasin sudah kian membaik. “Kalau beberapa hari ini, Alhamdullilah sudah seperti biasa, minat masyarakat mendonor cukup tinggi. Jadi stok darah sudah terpenuhi,” katanya.



