Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilaksanakan tahun 2020 lalu di Kota Banjarmasin, selain menghasilkan Deklarasi Banjarmasin, ternyata menjadi event pertama dalam festival tersebut yang dilaksanakan secara online dan offline.
Bila tahun 2022 nanti pandemi Covid-19 ini belum juga berakhir, maka sesuai rekomendasi yang masuk, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyarankan kepada Komnas RI dan kota penyelenggara kegiatan tersebut untuk melaksanakannya dengan dua cara. Yakni secara virtual (online) dan dan offline.
“Tadi ada saran bagus dari rekomendasi yang masuk terkait dengan kegiatan yang akan dating. Karena kita juga belum tahu pandemi ini kapan berakhir, maka untuk tahun 2022 yang akan datang, kalau seandainya dilaksanakan dengan dua model seperti ini, ya memang harus kita siapkan,” katanya dalam meeting secara virtual dengan Komnas HAM RI, terkait kegiatan evaluasi kegiatan Festival HAM 2021, Kamis (04/02).
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini juga menyatakan sangat bersyukur dengan suksesnya pelaksanaan Festival HAM Tahun 2020 lalu.
“Saya ucapkan terima kasih, karena acara Festival HAM di Banjarmasin berlangsung dengan sukses. Kami merasa bersyukur, meskipun pelaksanaannya dalam suasana pandemic, dan dengan berbagai macam kendala. Tapi, Alhamdulillah, bisa kita laksanakan sama-sama,” ujarnya.
Ibnu berharap, ke depannya kegiatan Festival HAM terus dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Mudah-mudahan ini tercatat dalam sejarah Festival HAM, bahwa kita pernah melaksanakan dalam suasana pandemi, dan tidak mengurangi semangat serta spirit kita untuk terus mensosialisasikan isu-isu HAM di Indonesia,” pungkasnya.
Sekadar mengingatkan, sebuah kesepakatan yang diberi nama Deklarasi Banjarmasin telah ditelurkan dalam kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 19 Desember 2020 lalu.
Ada enam point tuntutan terhadap HAM yang tercantum dalam deklarasi Penutupan Festival tahunan itu, yang dilakukan langsung oleh Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik, bersama Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.
“Tadi sudah kita dengarkan Deklarasi Banjarmasin yang menghasilkan enam point, yang mudah-mudahan menjadi rujukan bersama dalam pemenuhan HAM, terutama di era pandemi Covid-19: Tantangan dan Solusinya, serta menjadi referensi bagi kita semua,” ujar H Ibnu Sina saat menyampaikan sambutannya kala itu.
Dalam kegiatan Festival HAM 2020 ini, lanjutnya, banyak praktek baik dan juga paparan yang sangat bagus dari seluruh narasumber terkait dengan Human Right City. Untuk itu, Ibnu berharap, nantinya semua paparan yang telah dirangkum dalam Deklarasi Banjarmasin bisa menjadi tolok ukur pelaksanaan Festival HAM tahun mendatang.
Sementara Ahmad Taufan Damanik berharap, kegiatan Festival HAM tidak saja melahirkan berbagai deklarasi, tapi juga melahirkan sikap saling bahu-membahu menyelesaikan berbagai masalah, dan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh masalah tersebut.
“Hanya dengan kerjasama itu, hanya dengan sikap gotong-royong itu, hanya dengan rasa solidaritas yang kuatlah bangsa ini bisa diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya, saat menyampaikan sambutan.
Menurut Taufan Damanik, Festival HAM kali ini unik sekali, karena pesertanya tidak semua hadir secara fisik. Namun begitu, hasil yang dikeluarkan dari kegiatan ini sangat luar biasa dan berarti bagi kemajuan HAM di Indonesia.
“Mudah-mudahan dari Festival HAM yang unik ini bisa menjadikan bangsa kita semakin kuat, semakin berjaya dari suatu peradaban, yang juga kuat berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan,” pungkasnya.*



