Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Satu lagi kedai kopi hadir di Banjarmasin, yakni Oettara Koffie. Kedai Kopi yang terletak di Kampung Buku Banjarmasin, Banjarmasin utara, ini menawarkan konsep kedai industrial unfinish.
Demikian diutarakan Novyandi Saputra selaku owner Oettara Koffie saat ditemui di kedainya, Sabtu sore (6/2/21).
“Kedai Oettara ini mengusung konsep Industrialist Unfinish, karena emang dibikin kesannya tidak selesai dan agak industrial, dan teksturnya juga agak woodie (kayu),”ucapnya.
Kedai kopi ini berawal dari keinginan Novy mempunyai tempat ngumpul bersama teman maupun kerabat terdekat. “Awal mulanya aku pengen punya tempat ngumpul buat teman-teman, tapi hal ini ga bisa dimainin dan akhirnya jadi ladang bisnis ternyata,” katanya.
Selain itu, kedai kopi yang launching di tanggal 3 Februari lalu ini juga mempunyai keunikan. Yakni, di setiap nama kopi yang disajikan nantinya akan dibuat cerpen sebagai bentuk apresiasi literasi. “Tiap menu kopi di sini punya nama tersendiri, dan nanti rencananya ada sejenis cerpen yang bisa dibaca pembeli melalui qr code,” ujarnya.
Menurut Novy, adanya cerpen yang dapat diakses pembeli ini merupakan salah satu cara menumbuhkan kesadaran untuk membaca. “Karena aku suka membaca dan konsep Kampung Buku (tempat Kedai Kopi Oettara) juga literasi, jadi aku sengaja nantinya menyisipkan potongan cerpen untuk meningkatkan kesadaran literasi orang-orang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, di dalam menu kopi tubruk Novy juga mengkombinasikan Wadai Baras (wadai khas Banjar), dipadukan dengan kopi hitam yang khas ala Oettara Koffie. “Karena aku suka ke kedai kopi, dan biasanya dikedai lain kebanyakan menyajikan kopi dengan cookies atau kue kering ala barat lainnya. Tapi di sini berbeda, tiap beli kopi tubruk pengunjung juga mendapatkan tiga wadai baras,” jelas Novy.
Harga kopi maupun non kopi di Oettara Koffie sendiri mulai dari 15 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah.[]



