Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Ternak ayam petelur milik Pemerintahan Desa Patung, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur (Bartim), sebenarnya teleh menghasilkan telur. Hanya saja, kini harga pakan ayam petelur naik, sedangkan harga telur ayam tak naik.
Menurut Kepala Desa Patung, Kristinus, awalnya ayam petelur yang mereka pelihara sebanyak 200 ekor. Namun kini tersisa 192 ekor. Sedangkan produksinya rata-rata 170 biji telur per hari.
Sebenarnya, papar Kristinus, perkembangan usaha ini cukup menggembirkan. Namun, kini harga pakan ayam naik menjadi Rp375.000 per karung. Padahal dari pabrik tidak naik, yakni Rp315.000 ribu per karung.
“Pihak penjual pakan beralasan, sekarang ini pengantarannya sulit. Tapi, kami kira, itu cuma alasahan saja untuk menaikkan harga,” katanya, Jum’at (12/2/2021) kemarin.
Di sisi lain, lanjut Kristinus, harga penjualan telur ayam ras tetap saja. Kalau harganya dinaikkan, warga atau langganan akan membeli di tempat lain.
“Seharusnya, ada instansi terkait di Kabupaten Barito Timur yang dapat menanggulangi masalah ini. Agar pedagang tidak seenaknya mengambil keuntungan atau kesempatan dengan alasan pengiriman,” tuturnya.
Kepala Desa Patung juga ungkapkan, di tahun 2021 ini pihaknya berencana membantu warga dalam bentuk UMKM. Yaitu warga yang memiliki usaha, misalnya pedagang sayur, pedagang ikan, dan pedagang lainnya, yang usahanya terkendala gara-gara pandemi Covid-19.
“Untuk pedangan kecil itu, kami dari Pemerintah Desa Patung berencana membantu modal. Tapi kita lihat dulu, apakah benar dulunya memang punya usaha, tapi kemudian terkendala karena Covid. Itu yang nantinya bisa kita bantu,” ujarnya.[]



