Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel Gelar Pelatihan Wirausaha

Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel Gelar Pelatihan Wirausaha

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Menjamurnya kedai kopi di Kalimantan Selatan (Kalsel), mendorong Dinas Koperasi dan UMKM menggelar pelatihan wirausaha baru barista.

“Kita mengikuti trend di masyarakat. Sebab, kini semakin banyak sekali penggemar kopi, serta banyaknya bermunculan coffee shop, dan ini jelas merupakan lingkungan pasar yang potensial,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Drs Gustava Yandi MSi, saat ditemui usai pembukaan acara pelatihan Wirausaha Baru Barista di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), Selasa siang (6/4).

Menurut Yandi, dalam pelatihan barista yang diikuti sebanyak 25 kaum milenial ini bisa membuat potensi kopi menjadi salah satu peningkatan pendapatan perekonomian Kalsel.

“Karena anak muda atau generasi milenial yang berkecimpung di dunia perkopian ini merupakan suatu potensi yang besar. Apalagi mereka juga menguasai teknologi, lalu kopi yang identik dengan kesan tradisional itu bisa mereka kemas dengan konsep modern. Hal ini bisa saja meningkatkan perekonomian Kalsel,” ujarnya.

Peserta pelatihan ini juga mendapatkan coffee maker, sekaligus bahan-bahan pembuat kopi. “Peserta juga mendapatkan coffee maker sekaligus bahan-bahan pembuat kopi, dengan syarat alat ini tidak hanya sebagai pajangan,” ucapnya.

Yandi memaparkan, Dinas Koperasi dan UMKM juga selalu melakukan monitoring dan memberi bimbingan kepada peserta pelatihan yang ingin memulai usaha kopinya. 

“Kita juga akan terus melakukan monitoring dan melalukan pendampingan kepada pelaku usaha. Andai mereka kurang modal, kami akan bantu. Atau jika packaging mereka kurang menarik, kita akan dampingi juga,” terang Yandi.

Di sisi lain, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan, kegiatan kali ini bertujuan untuk mengejar target dari RPJMD Kalsel 2016-2021. Yakni menciptakan enterpreneur di Kalsel.

“Ini target dari RPJMD provinsi Kalsel, dimana pada tiap tahun itu memiliki target untuk menciptakan enterpreneur baru sebanyak 300-an. Hari ini adalah tahapan kesekian. Sehingga sektor penyajian dan peracikan kopi ini menjadi salah satu upaya, dan usaha kita dalam rangka tetap membina UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi kita. Sebab, lebih dari 90 persen sektor usaha itu didominasi oleh sektor UMKM, sisanya usaha besar,” tutupnya.[] 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *