Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Satuan polisi Militer (POM) melakukan penegakkan ketertiban (Gaktib) di wililayah Kalimantan Selatan.
Razia ini sendiri dilaksanakan di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, tepatnya di Jalan Jend Sudirman, Jum’at (16/4).
Dalam Gaktib kali ini ada tiga unsur yang terlibat. Yakni POM (Polisi Militer) TNI Angkatan Darat (AD), POM TNI Angkatan Laut (AL), POM TNI Angkatan Udara (AU). Target dari penegakkan ketertiban ini sendiri adalah prajurit TNI dan PNS TNI.
Razia gabungan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran lalulintas yang dilakukan oleh Prajurit TNI dan juga PNS TNI. Obyek razia mulai dari kelengkapan administrasi kendaraan berupa SIM dan STNK, kelengkapan kendaraan, surat ijin keluar kesatrian, Kartu Identitas Prajurit, dan kelengkapan lainnya sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh TNI.
Pelaksanaan Operasi Gaktib POM TNI dipimpin langsung oleh Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, didampingi Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Sjamsudin Noor, Dandenpom Vl/2 Banjarmasin, Danpom Lanal Banjarmasin, Dansatpom Lanud Sjamsudin Noor, beserta Tim Wasev Aspers Panglima TNI.
Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah dalam sambutannya menyampaikan, TNI harus bisa memelihara kedisiplinan yang tinggi, karena TNI dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalitasnya.
“TNI dituntut untuk terus meningkatkan profesionalitasnya. Salah satu ciri dari profesionalitas tersebut adalah disiplin yang tinggi, dan salah satu upaya TNI dalam memelihara kedisiplinan yang tinggi tersebut melalui gelar operasi penegakan ketertiban kepada Prajurit TNI,” ucapnya.
“Melalui operasi yang digelar ini, sasarannya adalah tercapainya budaya disiplin dan ketaatan pada aturan di lingkungan TNI, yang terus meningkat serta mencegah prajurit bertindak arogan,” sambung Danrem.
Menurut Brigjen Firmansyah, dalam kehidupan sosial di masyarakat, prajurit dan PNS TNI diharuskan menjadi panutan atau teladan masyarakat.
“Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, Prajurit dan PNS TNI diharapkan dapat menjadi role model atau teladan bagi masyarakat umum, terutama dalam tertib berlalulintas,” pungkasnya.
Sementara itu Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan masih adanya Prajurit TNI yang melakukan pelanggaran.
“Sayangnya, masih ada yang prajurit kita yang melakukan pelanggaran dan juga melakukan tindakan disersi. Mengingat bahwa TNI masih banyak kekurangan personel, sehingga kita menyayangkan apabila ada prajurit TNI yang melakukan disersi,” ucapnya.
Aspers Panglima TNI juga mengharapkan kepada Komandan Satuan untuk memberikan pengarahan kepada bawahan, agar memberikan sosialisasi dan pencerahan. Sehingga tidak terjadi lagi disersi, dengan mengurangi pelanggaran sekecil apapun.
“Saya berharap, agar para komandan satuan dapat memberikan pengarahan kepada prajurit agar tidak melakukan pelanggaran,” tutupnya.[]



