Editor : Almin Hatta
BANJARBARU – Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (RAKORWASDA) dan Rakor Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan (RAKORWASINKEUBANG) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2021, masih menempatkan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai isu penting yang mesti diantisipasi.
RAKORWASDA dan RAKORWASINKEUBANG yang digelarĀ di Auditorium H Ideham Khalid, Banjarbaru, pada Kamis (20/05), ini turut dihadiri oleh Pj Walikota Banjarmasin Akhmad Fydayeen.
Rakor ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dalam pengawasan serta penanggulangan lahan kritis dan Karhutla, yang merupakan salah satu isu strategis Agenda Prioritas Pengawasan (APP) Tahun 2021.
Dalam hal ini, Karhutla dinilai masih menjadi isu penting yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah Daerah. Pembahasan ini diharapkan menjadi langkah untuk mengevaluasi pengelolaan peralatan dan penanganan peralatan penanggulangan bencana di setiap daerah yang rawan Karhutla.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA. Narasumber pada rakor ini adalah Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy M Harahap, Apsidus Kejati Kalsel Dwianto Prihartono. Sementara itu, hadir secara virtual Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri (Inspektur IV), Arsan Latif.
Dari Rakor tersebut, Forkopinda diharuskan bekerja sama untuk menangani isu Karhutla, dimana beberapa daerah di tiap kabupaten dan kota turut ambil bagian untuk pencegahan.
Kalsel sendiri disebutkan, setidaknya telah menyiapkan anggaran untuk hal ini. Agar jumlah kebakaran hutan di Kalsel dapat ditekan dari tahun sebelumnya.[]



