Petani Singkong Desa Patung Kesulitan Pemasaran

Petani Singkong Desa Patung Kesulitan Pemasaran

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Petani singkong di Desa Patung, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng ), mengeluh kesulitan pemasaran singkong hasil panennya.

“Untuk saat ini singkong atau ketela pohon yang siap panen sekitar 2 hektare, namun petani kesulitan untuk  pemasarannya. Terutama mencari pembeli dalam jumlah besar, yang langsung membeli seluruh hasil panen,” kata Kepala Desa Patung, Kristinus, ketika ditemui di rumahnya, Minggu (23/5/2021) lalu.

Menurut Kristinus, untuk saat ini petani singkong Desa Patung hanya mengandalkan pembeli dari warga setempat. 

“Terkadang dalam satu pekan ada pembeli yang buruh  setengah ton singkong. Lumayan juga. Tapi petani berharap ada pembeli yang langsung membeli seluruh singkongnya, sehingga habis,” tuturnya.

Kristinus bercerita, awalnya petani singkong berharap bisa menghasilkan pendapatan dalam jumlah besar. Begitu panen bisa langsung beli mobil, misalnya.

Disebutkannya, singkong para petani tersebut ditawarkan ke pihak perusahaan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

“Ternyata pihak perusahaan di Tanah Laut itu memburuhkan singkong Gajah. Sedangkan singkong yang ditanam petani di Desa Patung ini adalah jenis singkong Semarang,” ujarnya.

Kristinus menjelaskan, singkong Semarang adalah jenis singkong empuk yang bisa dikonsumsi masyarakat dengan kadar tepung rendah, di bawah 30%. Sedangkan singkong Gajah adalah jenis singkong untuk pabrikan dengan kader tepung mencapai 60%.

“Harga jual singkong Semarang sekitar Rp2.000/kg. Sedangkan untuk singkong Gajah, pihak perusahaan berani membeli dengan harga di kisaran Rp7.000 hingga  Rp8.000 per kg,” ungkapnya.

“Karenanya, petani berharap pihak terkait dari pemerintah bisa membantu soal pemasaran Singkong Semarang ini,” pungkas Kristinus.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *