Pabrik Biodiesel Jhonlin akan Diresmikan Presiden Jokowi 

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BATULICIN – Pabrik Biodiesel PT JAR (Jhonlin Group) yang dibangun di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimatan Selatan, akhirnya rampung, dan segera dilaunching. Peresmiannya direncanakan dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Direktur PT JAR, Zaprinal Lubis, perusahaan biodiesel milik Jhonlin Group ini merupakan yang terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel), selain di Kaltim dan Kalteng.

“Perusahaan yang bernaung di bawah Jhonlin Group ini rencananya akan di-launching pada bulan Juli ini, dan insya Allah akan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo,” katanya, ketika ditemui di lokasi pabrik biodiesel PT JAR di kawasan Desa Sungai Dua, Selasa (6/7/2021). 

Zaprinal Lubis menyebutkan, dengan kehadiran pabrik biodiesel ini diharapakan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar. 

“Kami menjamin produksi dari masyarakat bisa ditampung. Yang ada di sini berupa TBS (Tandan Buah Segar), dan TBS yang produksi dari masyarakat bisa diadopsi lewat PT JAR,” ujarnya. 

Zaprinal memaparkan, perusahaan ini memiliki 5 pabrik dengan rata rata kapasitas 60 ton per jam. “Itu tergolong luar biasa, dan kita berencana membuka kebun hingga 100 hektare, untuk memenuhi kebutuhan biodisel saja,” ucapnya. 

Untuk operasionalnya, papar Zaprinal, diperlukan CPO sekitar 1.600 ton per hari, atau identik dengan 6.800 TBS per hari. “Cuma masalahnya bahan baku dari kita sendiri baru mencapai 30%,” ungkapnya.  

Bupati Tanbu dr HM Zairullah Azhar ketika berkunjung ke ke sana, menyatakan sangat mengapresiasi kehadiran  pabrik biodisel tersebut di Bumi Bersujud. 

Menurut Bupati Zairullah, perusahaan besar ini akan menjadi kebanggaan di Kalimantan Selatan. Dengan beroperasinya perusahaan ini diharapkan membuka lapangan kerja bagi warga Tanah Bumbu.

“Semoga saat launching nanti Presiden Jokowi bisa hadir di Tanah Bumbu. Kehadiran beliau akan memberikan dampak positif bagi kemajuan Tanah Bumbu yang sejak lama sudah dicanangkan sebagai kawasan industri,” tutupnya.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *