Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Guna mengantisipasi terjadinya banjir dan sekaligus upaya pelestarian lingkungan, maka Pemerintah Daerah Kalsel bersama TNI/Polri, serta masyarakat, kembali melaksanakan penanaman sejuta pohon.
Kegiatan ini dimulai dengan dilaksanakannya penanaman pohon secara bekas Kantor Gubernur Kalsel (Siring 0 Km), Jl Jend Sudirman, Banjarmasin.
Bersamaan dengan itu, kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan di seluruh jajaran Korem 101/Antasari di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel, yang dilaksanakan secara serentak mulai hari ini, Jum’at (7/7).
Menurut Danrem 101/Antasari , Brigjen TNI Firmansyah, program revolusi hijau ini merupakan antisipasi bencana alam.
“Dalam rangka untuk mencegah banjir, tanah longsor, dan juga Karhutla, maka pemerintah Kalimantan Selatan, TNI, Polri, bersama masyarakat melaksanakan revolusi hijau dengan melakukan penanaman 1 juta pohon. Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan secara serentak di seluruh Kodim jajaran Korem 101/Antasari di 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan,” ujarnya.
“Penanaman pohon juga sebagai pelestarian lingkungan, sekaligus sebagai pengontrol iklim akibat polusi udara, sehingga kualitas udara menjadi lebih baik,” tambah Firmansyah.
Penanaman pohon kali ini sebanyak 470.000 batang, dan akan terus dilakukan penanaman secara bertahap, sampai mencapai 1 juta pohon.
Kegiatan penanaman pohon juga dilaksanakan di eks Kantor Gubernur Kalsel oleh Pj Gubernur Kalsel DR Safrizal ZA MSi, Danrem 101/Ant Brigjen TNI Firmansyah, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, dan Kajati Kalsel.
PJ Gubernur Kalsel DR Safrizal ZA menyatakan, kegiatan kali merupakan bentuk peningkatan kualitas lingkungan di Kalsel.
“Sebagai bentuk tanggung jawab dan kolaborasi, ini merupakan bagian dari kita, guna untuk meningkatkan kualitas lingkungan di banua Kalimantan Selatan, karena indeks angka kualitas lingkungan kita di bawah indeks rata-rata nasional,” ungkapnya.
Menurut Safrizal, kerja keras serta kolaborasi stakeholder dapat membuat penanaman pohon ini melebihi target.
“Dengan kerja keras dan kolaborasi, maka angka tutupan lahan dapat sesuai target, dan dapat terpenuhi setiap tahunnya. Kalau perlu semakin banyak penanaman pohon, sampai melebihi target,” ujarnya.[]



