Pemprov Kalsel Gerak Cepat Atasi Keterbatasan Oksigen

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), kini bergerak cepat mengatasi keterbatasan oksigen untuk pasien Covid-19. 

Upaya ini dilakukan menyusul permintaan rumah sakit maupun masyarakat yang membutuhkan ketersediaan oksigen di masa pandemi Covid-19.

Upaya yang dilakukan Pemprov Kalsel adalah mencari bantuan pemasok oksigen ke seluruh penjuru negeri. 

Upaya ini juga didukung stakeholder terkait, termasuk  membentuk Satgas Oksigen. 

“Saat ini kita punya 3 pemasok di Kalsel. Untuk menjaga ketersediaan, kita juga berusaha mencari pemasok dari luar daerah seperti Surabaya, Kalimantan Timur, dan daerah lainya,” ucap Pj Gubernur Kalsel DR Safrizal ZA saat menerima bantuan ISO Tank Mobile dengan kapasitas 20 Ton di RSUD Ulin, Banjarmasin, Selasa (27/7) kemarin.  

 

Menurut Safrizal, pasokan reguler dari 3 perusahaan di Kalsel sudah mencukupi. Namun tetap dibutuhkan tambahan oksigen dari luar daerah untuk menjaga ketersediaan.

“Pasokan reguler kita cukup, tidak lebih. Jadi tinggal mengatur distribusi, jangan satu tempat lebih banyak sementara kebutuhanya sedikit. Tambahan dari luar daerah untuk menambah kemampuan kita,” ujarnya. 

Safrizal menjelaskan, dalam kondisi darurat seperti ini, maka pemerintah dan perusahaan pemasok harus bekerjasama untuk menentukan distribusi. Sehingga tidak ada ketimpangan ketersediaan oksigen di rumah sakit. 

Pria kelahiran Aceh ini tak lupa mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi SKK Migas yang turut membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. 

“Kita ucapkan terima kasih kepada SKK Migas, PT Aico, dan Perusahaan Eni asal Italia, yang telah membantu berupa ISO Tank Mobile dengan kapasistas 20 ton,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala SKK Migas Kalsel, Azhari Idris mengatakan, bantuan ini merupakan wujud dukungan SKK Migas kepada pemerintah dan dunia medis yang membutuhkan oksigen untuk pasien Covid-19. Terlebih, mengingat kasus Covid-19 di Banua terus meningkat akhir-akhir ini.

“Alhamdulillah, hari ini kita turut berkontribusi dalam penanganan Covid-19. Saat ini yang menjadi kendala adalah tempat penyimpanan dan alat pengangkutnya, ini akan segera kita kirimkan ke Kalsel. Mudah-mudahan dengan isinya juga, bantuan kita ini bisa terus dipakai hingga pandemi berakhir,” katanya. 

 

Direktur RSUD Ulin Dr Suciati mengatakan, kebutuhan oksigen di RSUD Ulin dengan jumlah pasien Covid-19 mencapai 184 orang saat ini, maka membutuhkan 800 tabung oksigen per hari.(Advetorial)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *