Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Kendati jumlah anggaran menuju PON Papua XX 2021 belum keluar, namun KONI Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah mulai merampungkan persiapkan kontingen yang akan diberangkatkan.
Membagi kontingen menjadi 4 klaster, persiapan sudah dilakukan untuk menunjang aktivitas atlet saat mengikuti pertandingan di PON Papua nantinya.
Ketua CDM/Kontingen Kalsel untuk PON Papua, Gusti Perdana Kesuma, mengatakan, dibanginya kontingen Kalsel menjadi 4 klaster karena tempat pertandingan ada di empat daerah yang sulit dihubungkan satu dan lainnya.
“Tempatnya terpisah jauh, yakni di Jayapura Kota, Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Timika. Makanya kontingen kita bagi empat, dan segalanya akan diurus oleh masing-masing perwakilan CDM serta tim pendamping,” jelasnya, Senin (16/8/2021), di sela rapat Binpres KONI Kalsel di Sekretariat KONI Kalsel.
Masing-masing klaster, papar Gusti Perdana, akan dilengkapi dengan official pendukung. Ada tim dokter, massaure, dan lainnya, sebagai pendukung atlet dalam bertanding.
“Hal tersebut dilakukan untuk mendukung 111 atlet dan 56 pelatih, yang didukung 49 official melekat seperti dokter dan perawat, serta petugas kesehatan lainnya,” ujarnya.
Jumlah tersebut, lanjut Gusti Perdana, belum ditambah dengan 21 orang petugas keamanan atau aparat SST dari Polda Kalsel, ditambah 30 pengawalan untuk VVIF dari Brimob.
Untuk menunjang semuanya tentu memerlukan biaya cukup tinggi. Namun dari Rp21 miliar yang diusulkan, KONI Kalsel diminta untuk mengubahnya kembali hingga menjadi Rp18 miliar.
“Sampai saat ini masih belum ada respon, mudah-mudahan tak ada perubahan nominal lagi, karena itu sudah sangat minim kita anggarkan,” ucapnya.[]



