Dinas PMD Kalsel Canangkan 70 Desa Wisata

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARBARU – Demi mendorong perekonomian sektor desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mencanangkan 70 desa menjadi desa wisata.

Kabar menarik ini diutarakan Drs Zulkifli MP, Kepala Dinas PMD Kalsel, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/7) siang.


“Kalau untuk kategori desa wisata itu sudah kami canangkan sebanyak 70 desa yang tersebar di Kabupaten/Kota di Kalsel,” ucapnya.

Klasifikasi desa wisata ini, papar Zulkkifli, sebenarnya sudah dilaksanakan semenjak tahun 2019 lalu. Namun  tersendat karena pandemi.

Zulkifli mengungkapkan, pihaknya menargetkan program ini akan selesai di tahun kelima, yakni 2024 nanti. Namun sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan, sekaligus persiapan terkait desa wisata ini.

“Mulai 2019 kita sudah mencatat ada 70 desa yang kita ajukan menjadi desa wisata, dan saya pikir selesai di tahun kelima yakni 2024. Tapi karena pandemi ini, proses tersebut jadi agak terlambat,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, dalam suatu desa yang telah diberikan kategori desa wisata, pemerintah desa beserta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa membuat anggaran sebaik mungkin, demi menunjang potensi desa wisata.

“Untuk masalah anggaran, yang pasti itu kebijakan BUMDes masing-masing desa, dan untuk dana awal bisa diambil di dana desa,” katanya.

Selain pentingnya anggaran dalam suatu desa wisata, Zulkifli juga mengungkapkan perlunya pelatihan SDM (sumber daya manusia), guna meningkatkan mutu objek wisata.

“Untuk desa wisata ini memerlukan warga desa yang telah diberi pelatihan atau binaan dari Dinas Pariwisata. Agar nantinya bisa jadi pemandu wisata di desa tersebut,” imbuhnya.

Jika nantinya 70 desa wisata ini sudah terbentuk, Zulkifli berharap agar nantinya BUMDes setempat dapat memanfaatkan potensi desa wisata ini untuk menambah maupun memperbaiki sektor perekonomian desa.

“Kami berharap, BUMDes nantinya bisa dengan baik mengelola desa wisata ini. Walaupun pemasukannya sedikit tak apa, yang penting ada pendapatan,” tegasnya.

Sebagai informasi, sampai saat ini Kalsel hanya mempunyai satu desa wisata yang terletak di Kabupaten Banjar, Kecamatan Aranio. Yakni Desa Tiwingan Lama.

Di akhir, Zulkifli mengimbau agar desa yang nantinya mendapatkan kategori desa wisata mampu menjaga keasrian alam dan ekosistem, melalui pelestarian lingkungan.

“Kalau desa itu sudah punya potensi wisata yang baik, saya rasa bisa kita nikmati dan sekaligus kita jaga juga kelestarian yang ada,” tutupnya.[]