Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan kegiatan ‘Pembinaan Pemuda Remaja Antar Agama’ di Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dan dimulai pada Rabu (27/10/2021) ini dilaksanakan di Aula Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang.
Kegiatan yang diikuti 80 orang pemuda remaja antar agama dari Kabupaten Bartim ini mengusung tema: Peran Pemuda Lintas Agama dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Kalimantan Tengah.
Kepala Bagian Bina Mental Spritual Biro Kesra Setda Kalteng, Ahmad Khairudin, dalam sambutannya antara lain mengatakan, sesuai visi misi Gubernur Kalteng, kegiatan hari ini merupakan penguatan masyarakat secara religi. Yakni menerapkan pembinaan terhadap Pemuda Remaja Antar Agama (PRAA).
“Intinya, agar para pemuda dan remaja tidak menjadi ekstrem. Jadi, kita berikan pemahaman mengenai kerukunan antar umat beragama,” katanya.
Karena itu, papar Ahmad Khairudin, peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini adalah pemuda remaja semua agama. Baik remaja Masjid, Gereja, Vihara, Pura, serta remaja Keharingan.
“Harapan kita, mudah-mudahan paparan dari narasumber bisa diserap oleh peserta. Kita sebagai umat beragama bisa menjadi moderat, yang menjadi contoh bagi generasi lainnya. Bahkan bisa menyebarkan virus- virus positif sebagai insan beragama yang berjiwa moderat,” ujarnya.
Sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Kabag Kesra Pemkab Bartim, Ahmad Gazali SPdI MM, didampingi Ahmad Khairudin selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan.
Ahmad Gazali dalam pemaparannya antara lain mengatakan, pada intinya pemerintah berkeinginan agar pemuda remaja di Bartim secara umum bisa berpikiran moderat dalam beragama.
“Artinya, dirinya tidak merasa benar sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain dalam berkeyakinan beragama,” tegasnya.
Ahmad Gazali mengingatkan, agar para remaja dan pemuda menghindari terjadinya konflik dan pertentangan lainnya, terutama yang berkaitan dengan keyakinan beragama.
“Maka dari itu, kita berikan pemahaman mengenai beragama, untuk menciptakan kerukunan antar semua kelompok, antar semua umat beragama di masyarakat,” ucapnya.[]



