Bappedalitbang Ekspose Laporan Studi Kelayakan Pengembangan Satelit BBI

Bappedalitbang Ekspose Laporan Studi Kelayakan Pengembangan Satelit BBI

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BALANGAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan, menggelar Ekspose Laporan Studi Kelayakan Pengembangan Satelit Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Balangan.

Ekspose ini dilakukan pada awal Oktober lalu, bersama dengan tim ahli dari LPPM Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, dan beberapa SKPD, serta stakeholder terkait, dan dihadiri sejumlah undangan non SKP. Kegiatan dilakukan secara tatap muka di Aula 1 Bappedalitbang.

Kepala Bappedalitbang, Rakhmadi Yusni, pada saat membuka ekspose menyatakan, dengan adanya studi kelayakan pengembangan BBI ini dapat menjadi nilai tambah bagi Kabupaten Balangan dalam memenuhi target 3 juta benih bibit ikan.

“Di mana bibit ikan yang diharapkan berupa bibit ikan lokal atau yang familiar di kawasan perairan Kabupaten Balangan. Sehingga dapat mendukung keberlangsungan pertumbuhan ikan,” ungkapnya.

Kegiatan ini, papar Rakhmadi, dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi meliputi keterbatasan BBI eksisting dalam pengembangan produksi benih hanya 1,6 juta benih ikan.

Selain itu, lanjut Rakhmadi, belum terealisasinya target 3 juta benih ikan. Suplai air yang terbatas atau menurun untuk kegiatan BBI, serta peningkatan kebutuhan benih ikan.

“Juga untuk memenuhi target pendapatan daerah, serta mendukung program KKP dan DKP Kalsel dalam pengembangan potensi ikan local,” ujarnya.

Rakhmadi menjabarkan, salah satu faktor penentu dalam usaha peningkatan produksi budidaya perikanan adalah tersedianya benih yang terjamin pengadaannya. Seperti spesies, tempat, jumlah, mutu, ukuran, waktu, dan harga dari benih ikan itu sendiri.

“Studi kelayakan ini juga bermaksud untuk memberikan kesimpulan pengembangan BBI yang lebih optimal dari saat ini,” katanya.

Pemaparan materi sendiri disampaikan oleh tenaga akademisi Fakultas Perikanan sebagai tim ahli LPPM Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, yang dipimpin oleh DR Yunandar. Materi pemaparan terkait latar belakang, tujuan dan manfaat, review kajian terdahulu, metode, serta pemaparan jadwal penelitian.

“Dalam menunjang keberhasilan terkait kegiatan ini, memerlukan infrastruktur, serta akses terkait pengembangan BBI ini agar optimal,” ujarnya.

Faktor utama yang sangat penting dalam pengembangan benih ikan, lanjutnya, ialah ketersediaan sumber atau debit air yang ada di daerah Kabupaten Balangan.

Dengan adanya kajian studi kelayakan Pengembangan BBI ini, diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dalam upaya pengembangan BBI di Kabupaten Balangan.

“Tidak hanya dengan metode survei permukaan. Namun perlu dilakukan survei kedalaman, untuk mengetahui potensi sumber air tanah,” terangnya.


Dalam kesempatan ini juga disediakan sesi diskusi bersama beberapa unsur dari perangkat pemerintah daerah, dan perwakilan dari peternak ikan di Kabupaten Balangan.[] 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *