PARINGIN – Berdasarkan informasi dari salah seorang warga Desa Juuh, yaitu Rasidah, wilayah desanya untuk saat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor karena luapan air Sungai Pitap, Minggu (28/11/2021) 10.00 WITA.
Rasyidah melalui aplikasi WhatsApp menyebutkan, air mulai naik sejak sekitar jam 08.00 pagi tadi. Disebutkan, air menggenangi ruas jalan yang membentanga di Desa Juuh, sehingga kendaraan bermotor roda dua dan roda empat tidak bisa lewat.
“Air naik sangat tinggi, terutama di dekat Kantor Desa Juuh. Di halaman rumah kami juga air terus naik,” ucapnya.
Diketahui ada beberapa titik di Desa Juuh yang biasanya terendam hingga tidak bisa dilalui kendaraan. Antara lain di turunan jalan dekat Kantor Desa Juuh, di ujung desa atau tepatnya di bawah turunan Gunung Mungkur Anggot.
Padahal, jalan ini yang melintas Desa Juuh ini merupakan jalur alternatif bagi warga Kecamatan Tebing Tinggi untuk ke Kecamatan Awayan dan sebaliknya.
Rahmat Shidikin, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kabupaten Hulu sungai Tengah mengaku terpaksa tidak bisa berangkat kuliah karena intensitas air yang tinggi di Desa Juuh.
“Iya, tadi saya mau berangkat kuliah, tetapi mendapat info dari teman-teman kalau di Desa Juuh tidak bisa dilewati. Makanya saya tidak jadi berangkat kuliah. Karena ini merupakan jalan alternatif satu-satunya di kecamatan kami,” ucapnya.
Sementara itu Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Balangan, Marsono, mengungkapkan, saat ini relawan TRC BPBD Kabupaten Balangan sudah terjun ke lokasi untuk penanganan banjir.
“Relawan TRC sudah ke lapangan, dan kami sudah membagi tugas masing-masing tadi pagi untuk berangkat ke wilayah-wilayah yang ditentukan,” ucapnya.[]
Editor : Almin Hatta



