Sejumlah Pelajar dan Beberapa Karyawan PT Adaro Terlibat Keributan di Taman Nansarunai

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Sejumlah pelajar SLTA dan beberapa pemuda yang dikenal sebagai karyawan PT Adaro terlibat keributan di Taman Nansarunai, di samping Lapangan Tenis Indoor, Jalan Nansarunai, Tamiyang Layang, Jum’at (26/11/2021) malam sekitar pukul 12.00 WIB.

Untunglah keributan tersebut cepat ditangani oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Barito Timur (Bartim), yang kala itu sedang melakukan patroli malam dalam rangka menciptakan suasana malam yang aman di Ibukota Kabupaten Bartim tersebut.
“Pada Jum’at sekitar jam 12.00 lewat telah terjadi keributan di taman samping Lapangan Tenis Indoor Tamiang Layang. Terjadi baku hantam antara sejumlah pelajar dengan beberapa pemuda dewasa yang diketahui merupakan karyawan PT Adaro,” kata Kepala Satpol PP Bartim, Aripanan.
Sebelum berkembang lebih jauh, papar Aripanan, jajaran Satpol PP berhasil menghentikan perkelahian tersebut, serta mengamankan para pelajar dan sejumlah pemuda yang terlibat.
“Mereka semua kami bawa ke Mapolsek Dusun Timur. Para pelajar tersebut kami beri nasihat. Sedangkan para pemuda karyawan perusahaan tersebut diberi nasihat oleh Pak Kapolsek Dusun Timur,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Aripanan, para pelajar dan sejumlah pemuda tersebut membuat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi kericuhan serupa.
“Semua yang tertangkap malam itu mendatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perkelahian atau keributan,” ucapnya.
Menurut pihak Polsek Dusun Timur, keributan yang berujung perkelahian ini bermula saat kelompok pemuda karyawan perusahaan yang nongkrong di taman, sembari minum kopi pada pedagang kopi yang menggunakan kendaraan bermotor.
Kemudian muncul sejumlah pelajar yang terdiri putra dan putri. Melihat itu, para pemuda dewasa tadi mengajak anak-anak pelajar untuk bergabung dengan mereka sembari menikmati kopi pada dinginnya malam tersebut.
Para pelajar itu menolak, tapi para pemuda coba memaksa. Maka terjadilah adu mulut, ribut, dan akhirnya terjadi perkelahian.
“Mereka saling baku hantam dengan tangan kosong,” kata seorang anggota Polsek Dusun Timur.
Lalu muncul jajaran Satpol PP yang kebetulan sedang patroli. Keributan itu berhasil diatasi, dan semua yang terlibat berhasil diamankan, untuk kemudian didamaikan dengan membuat surat perjanjian.
Warga di sekitar Taman Nansarunai mengaku sangat terganggu dengan keributan tersebut. “Para pemuda dan para pelajar yang terdiri laki-laki dan perempuan terlibat perkelahian dan saling berteriak. Kami tentu saja terganggu,” kata seorang warga.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *