Edy Mulyadi Tak Tercantum sebagai Pengurus PKS

  • Whatsapp

TAMIYANGLAYANG – Dengan beredarnya di media-media sosial terkait pernyataan Edy Mulyadi yang berdampak pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menghasilkan pernyataan-pernyataan miring dari beberapa oknum maupun tokoh masyarakat Kalimantan yang tidak menghendaki keberadaan PKS. Pasalnya, Edy dikira sebagai pengurus PKS.

Hal tersebut secara tegas dibantah oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Barito Timur (Bartim), Habib Said Abdul Saleh.

Bacaan Lainnya

“Pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi pada video yang sempat viral belakangan ini, sudah diklarifikasi oleh pimpinan PKS, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten,” katanya kepada Maknanews, Jum’at (28/1/2022).

Meski demikian, Habib Said Abdul Saleh menyatakan mengapresiasi berbagai pernyataan tokoh masyarakat dan ormas terkait ujaran Edy Mulyadi yang tidak bisa mereka terima. Termasuk pernyataan tokoh masyarakat dan orgmas di Kabupaten Barito Timur (Bartim), khususnya yang tersangkut nama PKS dalam poin tuntutan masyarakat.

Dengan adanya tuntutan tersebut, Habib Said Abdul Saleh selaku Ketua DPD PKS Bartim menyampaikan sikapnya.

“Memang, Edy Mulyadi pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR melalui PKS, namun gagal. Dan sekarang ini dalam kepengurusan PKS, nama Edy Mulyadi tidak tercantum,” ujarnya.

Terkait penyataan salah seorang tokoh masyarakat Bartim, yakni Hengky A Garu, dan pimpinan ormas-ormas lainnya yang menuntut PKS dibubarkan kalau memang terbukti ada kesalahan, Habib Said Abdul Saleh selaku Ketua DPD PKS Bartim menyatakan mengikuti saja apa yang nanti diputuskan pihak berkompeten.

Habib Said Abdul Saleh yang saat ini menyandang jabatan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bartim menyampaikan, pihaknya mengapresiasi apa yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk nasihat dan masukan-masukannya.

“Kami berharap, terkait polemik yang sudah terjadi ini, masyarakat bisa lebih mengerti dan dapat menilai hal-hal yang positif dalam menyikapinya, dan tidak terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan politik yang mau memanfaatkan permasalahan ini,” harapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara DPP PKS, Ahmad Mabruri, melalui video unggahannya mengatakan bahwa Edy Mulyadi bukan pejabat struktur PKS, dan video viral tersebut bukan dalam posisi menyuarakan terkait IKN melalui PKS, namun murni suara pribadi Edy Mulyadi.

“Sampai sekarang saudara Edy Mulyadi bukan pejabat struktur PKS. Tidak dalam posisi menyuarakan suara resmi PKS tentang Ibu Kota Negara, sehingga ucapan dan statemen beliau adalah murni pendapat pribadi,” tegasnya.

Mabruri juga menyebutkan bahwa terkait Ibu Kota Negara secara resmi sudah jelas disuarakan oleh Fraksi PKS di DPR, dan juga oleh para jubir yang bersuara di media.[]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.