TAMIYANGLAYANG – Hingga Sabtu (29/1/2022) sore, sebanyak 13 buah truk angkutan batabaru tertahan di jalan Desa Karang Langit, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Belasan truk yang mengangkut batubara tersebut tak bisa melanjutkan perjalanan. Pasalnya, ruas jalan di Desa Karang Langit tersebut diportal oleh sejumlah warga setempat.
Saat dikonfirmasi awak media via telepon, Kepala Desa Karang Langit membenarkan adanya penutupan jalan yang dilakukan warganya.
“Lantaran sering dilewati angkutan bertonasi besar, khususnya truk angkutan batubara, kondisi jalan di desa ini rusak parah. Bahkan, warga kami yang memiliki mobil justru tidak bisa keluar atau melewati jalan tersebut lantaran kondisinya yang rusak tersebut,” katanya.
Kades Karang Langit menegaskan, sesuai keinginan dan tuntutan warga, jalan yang rusak tersebut harus diperbaiki terlebih dulu oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Sebelum diperbaiki, maka warga melarang angkutan batubara untuk melintas. Makanya warga memasang portal,” ujarnya.
Dengan adanya pemortalan jalan tersebut, tentu para sopir truk hanya bisa berdiam, memarkir truk mereka di sepanjang jalan tersebut, sambil menunggu penyelesaian masalah tersebut dari pemilik batubara dan pihak terkait.
Salah seorang sopir truk bernama Kusnadi mengaku, batubara tersebut diangkut ke pabrik semen yang ada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
“Kami tertahan mulai dari jam 7 pagi tadi. Sampai sekarang masih menunggu yang punya batubara yang belum datang. Kami hanya mengambil upah mengangkut saja,” ucapnya.
Menurut Kusnadi, warga setempat menuntut agar jalan yang rusak diperbaiki karena mengganggu aktivitas warga. Dia juga menyebutkan nama Toni selaku pemilik batubara.[]
Editor : Almin Hatta



