TAMIYANGLAYANG – Senin (7/3/2022), SMAN1 Tamiang Layang mulai melaksanakan pelatihan kepada Calon Guru Penggerak (CGP).
Untuk itu, di SMAN1 Tamiyang Layang hadir Kristina Paende SPd MM selaku Pengajar Praktik (PP) yang akan melakukan pendampingan kepada Farida SPd selaku CGP Angkatan 4 Tingkat SMA Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Kedatangan Kristina selaku PP ke SMAN1 Tamiang Layang disambut hangat oleh guru-guru, Kepala Sekolah, serta Pengawas Pembina.
Mengutip laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id, Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya, untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan yang dilaksanakan selama 9 bulan.
Kegiatan Pendampingan ini sebagai refleksi sekaligus implikasi dari modul 2.1 dan 2.2 tentang Pembelajaran Berdiferensiasi dan motivasi PP serta Pengawas Pembina untuk dapat menerapkan Kompetensi Sosial dan Emosional dari diri CGP.
Kepala SMAN1 Tamiyang Layang, Istiqomah SPd menyatakan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Program Guru Penggerak ini.
“Kepada Bu Farida selaku peserta CGP, saya harapkan selalu semangat dalam menjalankan Pendidikan Guru Penggerak. Silahkan juga bagi guru-guru lainnya yang ingin meningkatkan karir dan wawasannya, untuk dapat mengikuti tes Guru Penggerak. Saya akan dukung sepenuhnya,” katanya.
Farida sendiri menyatakan penuh semangat mengikuti rangkaian tahapan menjadi Guru Penggerak ini.
“Dimulai dari tes hingga pendidikan, adalah suatu perjuangan yang memberikan dampak positif. Baik itu sebagai Pemimpin Pembelajaran maupun Coach dalam Komunitas Praktisi. Dalam Pendidikan Guru Penggerak, selain didampingi oleh 3 PP dalam kegiatan Lokakarya, para instruktur dan fasilitator pun berperan dalam menyampaikan materi di dalam modul secara daring, melalui LMS yang dapat diakses melalui SIM PKB,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Zainal Abidin adalah fasilitator yang selalu memberikan arahan dan motivasi kepada 15 orang CGP di Kabupaten Bartim.
“Saya berharap, Program Pendidikan Guru Penggerak ini menjadikan guru-guru semakin kreatif berinovasi dalam menghadapi era digital. Sehingga guru menuntun murid untuk menemukan passionnya. Serta menjadikan murid berguna dalam kehidupan kontekstualnya,” katanya.
Menurut Pengawas Pembina, Nur Sofianingtyas MPd, yang ditemui saat memonitor pendampingan Pengajar Praktik Guru Penggerak di SMAN 1 Tamiang Layang, program Guru Penggerak yang digagas Mendikbud Ristek Nadiem Makariem ini sangat menarik perhatian bagi guru.
Disebutkan, sejalan dengan terbitnya regulasi mengenai salah satu syarat rekrutmen Kepala Sekolah, mempersyaratkan pernah menjadi Guru Penggerak. Hal lain juga disebutkan mengenai syarat pangkat minimal sebagai Calon Kepala Sekolah, serta pemberian kesempatan kepada Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) untuk dapat menjadi Kepala Sekolah (dengan catatan, sudah melewati tahapan Pendidikan Guru Penggerak). Sehingga menarik minat para guru yang belum berkesempatan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak.
“Dalam hal ini guru-guru diminta bergerak ikut menginisiasi sebuah ekosistem kebaikan dan pembelajaran yang berorientasi pada murid. Melalui Program Guru Penggerak (GP), para guru diajak untuk bertransformasi perubahan cara pandang terhadap murid yang diajarnya. Dimana murid tidak dipandang sebagai objek, melainkan mitra dalam proses pembelajaran. Mereka tidak datang ke sekolah dengan pemikiran yang kosong, melainkan sudah memiliki pengetahuan dasar tentang materi yang akan diberikan guru,” katanya.[]
Editor : Almin Hatta



