TAMIYANGLAYANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berancana Nasional (BKKBN)Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), bersama Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), beberapa waktu lalu telah melakukan audit kasus Stunting wilayah Bartim.
“Berdasarkan hasil audit tersebut, telah dibentuk Tim Penanganan Penurunan Stunting yang diketui oleh Wakil Bupati Bartim,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berancana (DP3A KB) Bartim, H Rusdianor, Senin (14/11/2022).
Menurut Rusdianor, kasus stunting di Bartim cukup banyak yang tersebar di beberapa tempat, dan baru ketahuan ketika dilakukan audit.
“Sebagai contoh, ketika kita lakukan audit di wilayah Puskesmas Edison Jaar, maka ditemukan kasus stunting,” ujarnya.
Rusdianor mengungkapkan, hasil yang didapat tim survei untuk kasus stunting di Bartim pada tahun 2021 mencapai 33,7%.
Sekarang, papar Rusdianor, Pemerintah Kabupaten Bartim sudah membentuk Tim Penanganan Penurunan Stunting, dengan anggota lintas sektor.
“Kita berharap di tahun 2025 nanti angka stunting di Bartim bisa turun menjadi sekitar 15% saja. Dengan penanganan yang dilakukan serius sejak tahun 2022 ini, dan terus berlanjut di 2023 dan 2024, harapan kita tiap tahun angka stunting ini terus menurun,” ucapnya.[]
Editor : Almin Hatta



